PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Operasi Ketupat Semeru 2025 yang digelar selama 14 hari, sejak 26 Maret hingga 8 April, resmi berakhir dengan mencatat sejumlah catatan penting terkait lalu lintas di wilayah Ponorogo. Berdasarkan hasil evaluasi, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan, meski terjadi lonjakan pada jumlah pelanggaran lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Bayu Pratama Sudirno menjelaskan bahwa selama operasi tahun ini, tercatat 19 kejadian kecelakaan, lebih rendah dibandingkan 23 kasus pada tahun 2024. Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia tetap berada pada angka yang sama, yakni satu orang.
Bayu menyebutkan bahwa kalangan karyawan dan pelajar masih menjadi kelompok yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan. Tahun ini, ada 19 pelajar yang terlibat dalam insiden, naik dari tahun lalu yang tercatat sebanyak 11 pelajar.
Baca juga : Inter Kediri Rekrut Lima Pemain Baru Jelang 64 Besar Liga 4 Nasional
Di sisi lain, jumlah korban luka ringan dan kerugian material tercatat meningkat sebesar 3 persen, yakni dari 29 orang di tahun 2024 menjadi 30 orang di tahun ini.
Ironisnya, meski kecelakaan berkurang, angka pelanggaran lalu lintas justru mengalami kenaikan sebesar 5 persen. Jika pada 2024 tercatat 146 pelanggar, maka pada 2025 jumlah tersebut naik menjadi 164 orang.
Namun begitu, ada hal positif yang dicatat dalam kategori pelanggar dari kalangan tertentu. Jumlah pelanggaran yang melibatkan ASN turun signifikan hingga 95 persen, dan pelanggaran dari kalangan pelajar juga mengalami penurunan, dari 85 menjadi 61 orang.
Baca juga : Divaldo Alves Resmi Kembali Latih Persik Kediri, Marcelo Rospide Jadi Asisten
Sebagai bagian dari upaya preventif, Satlantas Polres Ponorogo memperkuat kegiatan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah serta komunitas masyarakat, agar kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat.
“Edukasi kami lakukan terus-menerus, terutama kepada pelajar dan masyarakat umum, agar keselamatan di jalan tetap menjadi prioritas bersama,” pungkas Bayu.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





