ISLAMABAD, LINGKARWILIS.COM – Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memanas setelah militer India meluncurkan serangan besar-besaran bertajuk “Operasi Sindoor” pada Rabu (7/4). Serangan ini menyasar sembilan lokasi yang tersebar di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan.
Dilansir dari laman Minanews, disebutkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan 12 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa di antara korban terdapat warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pemerintah Pakistan menuding India telah melakukan serangan terhadap lima lokasi utama dan menyebutnya sebagai “tindakan perang”, serta mengancam akan memberikan respons tegas. Lokasi yang diserang mencakup Muzaffarabad, ibu kota Kashmir wilayah Pakistan, Kotli, Bagh, serta Bahawalpur dan Muridke yang berada di kawasan Punjab dan Kashmir.
Baca juga : Mobil Paus Fransiskus Akan Disulap Jadi Klinik Keliling untuk Anak Gaza
Bilawal Bhutto Zardari, Ketua Partai Rakyat Pakistan (PPP) sekaligus mantan Menteri Luar Negeri, mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebut India melakukan tindakan pengecut dengan menyasar sasaran sipil yang tidak bersalah.
“Serangan ke Muridke, Bahawalpur, Kotli dan Muzaffarabad adalah provokasi militer yang tidak dapat diterima,” tegas Bhutto Zardari. Ia menambahkan bahwa rakyat dan militer Pakistan akan bersatu dan memberikan perlawanan penuh terhadap agresi India.
Sementara itu, Letjen Ahmed Sharif Chaudry, juru bicara militer Pakistan, mengklaim bahwa pasukan pertahanan udara Pakistan berhasil menjatuhkan jet tempur India yang terlibat dalam operasi penyerangan tersebut.
Baca juga : Sebanyak 226 Situs Arkeologi di Gaza Rusak akibat Serangan Israel
Insiden ini memperburuk situasi yang memang sudah tegang di kawasan, terutama setelah sebelumnya Pakistan melakukan uji coba rudal dengan jangkauan 120 kilometer di tengah eskalasi dengan India.***
Editor : Hadiyin





