Kediri, LINGKARWILIS.COM – Setelah lebih dari sepekan beroperasi, dapur umum yang didirikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri akhirnya resmi ditutup pekan ini.
Dapur umum yang dikoordinasikan Dinas Sosial (Dinsos) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri itu sebelumnya melayani kebutuhan makan para pekerja dan ASN saat kegiatan kerja bakti massal.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menjelaskan penutupan dilakukan karena aktivitas kerja bakti telah berakhir.
“Dapur umum resmi dihentikan. Seluruh sarpras dan personel Tagana Dinsos maupun BPBD sudah kami tarik. Tidak ada lagi kegiatan memasak karena tidak ada relawan maupun ASN yang kerja bakti,” terangnya.
Baca juga : Jaga Stok Darah di PMI Kota Kediri, Warga Diimbau Rutin Donor
Meski demikian, logistik utama masih tersimpan dan siap digunakan kembali bila ada instruksi kegiatan kerja bakti berskala besar.
Dapur umum ini sebelumnya berdiri pada akhir Agustus lalu menyusul kondisi darurat bencana sosial di lingkungan Pemkab Kediri. Selama beroperasi, dapur umum mampu menyiapkan sekitar 800 porsi makanan setiap hari untuk pagi, siang, dan sore.
“Puncaknya, saat kerja bakti massal yang diikuti ribuan orang, kami menyiapkan 5.000 nasi bungkus lengkap dengan lauk dan sayur. Namun sejak pekan ini operasional dapur umum resmi dihentikan,” tambah Joko.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





