Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kawasan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Dusun Jombangan, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Keberhasilan warga dalam mengelola pekarangan menjadi sumber pangan keluarga dinilai sebagai contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan yang patut dikembangkan di daerah lain.
Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, saat melakukan kunjungan ke kawasan P2L Desa Tertek, Minggu (21/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Arifah didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito atau yang akrab disapa Mbak Cicha, serta Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa.
Kawasan P2L yang telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade itu menjadi bukti keberhasilan pendampingan kelompok dasa wisma dan program PKK dalam mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. Selain mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, program tersebut juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga melalui penjualan hasil panen.
Baca juga : Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Dorong Pilkades 47 Desa Tetap Digelar Akhir 2026
Dalam kunjungannya, Menteri Arifah melihat langsung beragam tanaman pangan yang dibudidayakan warga di pekarangan rumah. Tidak hanya sayuran dan tanaman hortikultura, masyarakat setempat juga mengembangkan budidaya ikan serta ternak ayam untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.
Menariknya, sistem pertanian terpadu yang diterapkan warga juga memanfaatkan budidaya maggot sebagai sumber pakan alternatif yang ramah lingkungan dan berbiaya rendah.
“Dua hari lalu saya mengunjungi sebuah desa di Tasikmalaya yang memiliki program serupa, namun di sini lebih lengkap karena jenis tanaman yang dibudidayakan jauh lebih beragam,” ujar Menteri Arifah.
Menurutnya, aktivitas masyarakat dalam mengelola pekarangan pangan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan konsumsi pangan bergizi sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Ia menilai keberhasilan Desa Tertek tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan. Salah satunya melalui program Kemping Asik (Kader Pendamping ASI Eksklusif) yang sebelumnya digagas dan dikampanyekan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kediri.
“Program seperti ini tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Belum tentu jika diterapkan di tempat lain hasilnya bisa semaksimal ini apabila tidak didukung semangat gotong royong warga,” ungkapnya.
Menteri Arifah menyebut konsep yang diterapkan masyarakat Desa Tertek sangat selaras dengan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
“Pada dasarnya inilah yang diharapkan pemerintah, yaitu desa mampu menjadi kuat dan mandiri dari potensi yang dimiliki,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Gemilang, Ismiati, menjelaskan keberadaan kawasan P2L membuat kebutuhan sayuran keluarga dapat dipenuhi secara mandiri tanpa harus membeli dari pasar. Bahkan, antaranggota kelompok sering melakukan pertukaran hasil panen sesuai kebutuhan masing-masing.
Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan menjadi kunci utama yang membuat program tersebut mampu bertahan dan berkembang hingga sekarang.
“Kunci keberhasilan kami adalah kebersamaan. Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga dijual sehingga dapat menambah pendapatan rumah tangga,” ujarnya.
Selain menjual hasil panen dalam bentuk segar, anggota KWT juga melakukan diversifikasi produk olahan untuk meningkatkan nilai ekonomi. Salah satunya dengan mengolah bayam brazil menjadi berbagai produk pangan seperti peyek, puding, hingga minuman sehat.
Sebagai informasi, program Pekarangan Pangan Lestari merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi lahan pekarangan.
Program ini mendorong masyarakat memproduksi pangan secara mandiri, meningkatkan konsumsi gizi keluarga, serta membuka peluang usaha berbasis pertanian rumah tangga. Di berbagai daerah, keberhasilan program P2L juga terbukti mampu mendukung pengendalian inflasi pangan dan memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin


