PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pertamina bersama Hiswana Migas melakukan pemantauan langsung terhadap distribusi LPG 3 kilogram di Kabupaten Ponorogo. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan pasokan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.
Koordinator Wilayah Hiswana Migas Ponorogo, Ramsa Rolanda, menyatakan bahwa pengecekan dilakukan secara langsung di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap aman.
“Kami telah turun langsung dan memastikan distribusi LPG 3 kg dalam kondisi terkendali tanpa hambatan berarti,” ujar Ramsa pada Kamis (5/6/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan, stok LPG dinyatakan mencukupi, distribusi berjalan normal, dan tidak ditemukan kendala berarti. Meski demikian, Pertamina tetap menambah pasokan sebanyak 24.240 tabung LPG 3 kg khusus untuk wilayah Ponorogo guna mengantisipasi lonjakan permintaan saat hari raya.
Baca juga : Razia Kendaraan ODOL di Kediri, 14 Pelanggaran Ditemukan Petugas Gabungan
“Distribusi tetap berjalan meski saat libur Idul Adha. Agen dan pangkalan tetap kami operasikan secara reguler untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Ramsa.
Pemantauan tak hanya berfokus pada kuantitas pasokan, namun juga pada kualitas pelayanan serta keterbukaan informasi kepada masyarakat. Warga diimbau untuk tidak panik dan membeli LPG sesuai kebutuhan serta tidak mudah terpengaruh oleh isu kelangkaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami pastikan pasokan aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying,” tegasnya.
Pertamina juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran distribusi, termasuk dengan membuka jalur distribusi alternatif (fakultatif) sebagai bentuk layanan tambahan selama hari libur nasional.
Baca juga : Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban Seberat 1 Ton untuk Warga Kelurahan Bawang, Kota Kediri, Ini Infonya
Sebagai pengingat, LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, Pertamina mengimbau agar warga yang mampu secara ekonomi beralih ke LPG non-subsidi seperti Bright Gas agar program subsidi tepat sasaran.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





