Kediri, LINGKARWILIS.COM – Proyek pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) Alun-Alun Kota Kediri hingga kini belum dapat dilanjutkan lantaran masih menunggu kesepakatan terkait nilai pembayaran progres pekerjaan antara pemerintah daerah dan pihak kontraktor.
Pemerintah Kota Kediri menegaskan tetap berkomitmen menyelesaikan proyek tersebut, mengingat keberadaan alun-alun sangat dinantikan masyarakat sebagai ruang publik yang representatif dan fungsional.
Berbagai tahapan telah ditempuh dalam penyelesaian proyek ini, mulai dari proses administrasi di Mahkamah Agung, asesmen teknis oleh tim ahli dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, hingga reviu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri, M Ferry Djatmiko, menyampaikan bahwa seluruh tahapan tersebut telah menghasilkan keputusan yang diharapkan dapat segera diimplementasikan.
Baca juga : Polres Kediri Amankan 13 Terduga Pelaku Pengeroyokan di Kandat
“Dari proses yang telah dilalui, sudah ada keputusan yang bisa dijalankan. Kami berharap pembangunan RTH alun-alun dapat segera berlanjut dengan dukungan semua pihak untuk mematuhi ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Namun demikian, realisasi pembangunan masih terhambat lantaran belum adanya kesepakatan terkait pelaksanaan putusan Mahkamah Agung, khususnya mengenai nilai pembayaran progres pekerjaan.
Berdasarkan hasil asesmen tim ahli UPN dan reviu BPKP, nilai pembayaran ditetapkan sekitar Rp6,6 miliar. Sementara itu, pihak kontraktor mengajukan nilai sebesar Rp16,2 miliar. Perbedaan nilai yang cukup signifikan ini menjadi kendala utama dalam penyelesaian administrasi proyek.
Pihak Dinas PUPR, lanjut Ferry, telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait guna mempercepat proses penyelesaian administrasi.
Baca juga : Inkanas Kabupaten Kediri Raih Juara Umum Ketiga, Kapolres Beri Apresiasi
“Kami berharap ada komitmen dari pihak kontraktor untuk mengikuti hasil putusan Mahkamah Agung, termasuk terkait nilai pembayaran yang telah direviu,” tambahnya.
Pemkot Kediri optimistis negosiasi yang sedang berlangsung dapat segera mencapai kesepakatan. Terlebih, anggaran sebesar Rp20 miliar telah disiapkan untuk melanjutkan pembangunan pada tahun ini.
“Apabila sudah tercapai kesepakatan, pembangunan akan segera dilanjutkan. Kami yakin solusi terbaik dapat segera ditemukan,” pungkasnya.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





