Kediri, LINGKARWILIS.COM β Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kabupaten Kediri tahun 2026 resmi dimulai pada Senin (8/6/2026). Tahap awal penerimaan dibuka melalui jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi yang berlangsung hingga Rabu (10/6/2026).
Tingginya minat masyarakat terlihat di SMP Negeri 1 Ngasem. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sekitar 140 calon peserta didik telah mendaftar melalui tiga jalur tersebut.
Meski proses pendaftaran telah disediakan secara daring (online), banyak orang tua siswa yang memilih datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan bantuan dari petugas karena belum memahami mekanisme SPMB 2026.
Ketua SPMB SMP Negeri 1 Ngasem, Mohamad Hisomudin, S.Ag., mengatakan pihak sekolah sengaja menyediakan layanan pendampingan bagi para orang tua agar proses pendaftaran berjalan lancar dan tidak mengalami kendala teknis.
Baca juga :Β Jamaah Haji Kabupaten Kediri Dijadwalkan Tiba di Tanah Air pada 29 Juni 2026
“Kami menyiapkan petugas khusus untuk membantu orang tua yang belum memahami secara detail mekanisme dan alur pendaftaran SPMB 2026, khususnya untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi,” ujarnya.
Pada tahun ajaran 2026, SMP Negeri 1 Ngasem membuka kuota sebanyak 320 siswa baru yang akan dibagi ke dalam 10 rombongan belajar. Masing-masing kelas akan diisi 32 peserta didik.
Selain memberikan layanan pendampingan, pihak sekolah juga melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran proses pendaftaran berbasis online. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama PLN guna memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan SPMB.
Tak hanya itu, sekolah juga telah menyiapkan genset sebagai cadangan apabila terjadi gangguan listrik yang berpotensi menghambat proses pendaftaran.
Baca juga :Β RTH SLG Jadi Favorit Warga Kediri untuk Olahraga Pagi
“Kami telah berkoordinasi dengan PLN agar jaringan listrik tetap normal selama pelaksanaan SPMB. Sebagai langkah antisipasi, sekolah juga menyiapkan genset untuk mengatasi kemungkinan adanya gangguan,” jelas Hisomudin.
Pihak sekolah berharap layanan pendampingan tersebut dapat membantu masyarakat, terutama orang tua calon siswa yang masih mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran online, sehingga seluruh tahapan SPMB dapat berlangsung tertib, lancar, dan transparan.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





