KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kota Kediri mulai melakukan uji coba penataan kawasan Jalan Stasiun sejak Senin (5/1/2026). Program yang direncanakan berlangsung selama satu pekan ini kini telah memasuki hari keempat dan menjadi bagian dari upaya strategis Pemkot dalam mewujudkan pusat kota yang lebih tertib, aman, nyaman, serta ramah bagi pejalan kaki.
Dalam pelaksanaan uji coba tersebut, ruas Jalan Stasiun dipasangi pagar pembatas portabel bertuliskan “Kota Kediri Mapan”. Selain itu, rambu lalu lintas juga ditempatkan di sejumlah titik, disertai pengaturan arus kendaraan yang membatasi akses kendaraan bermotor ke dalam kawasan. Petugas terlihat berjaga untuk memastikan skema rekayasa lalu lintas berjalan sesuai ketentuan.
Selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas dan kepadatan lalu lintas tinggi, Jalan Stasiun kini mulai diarahkan menjadi koridor pedestrian sekaligus kawasan wisata kota. Penataan difokuskan pada penegasan jalur pejalan kaki, penataan ulang ruang publik, serta peningkatan estetika kawasan agar lebih representatif sebagai wajah pusat Kota Kediri.
Baca juga : SPPG Palmturi Kemuning Diresmikan, Perkuat Implementasi Program Gizi Nasional di Kota Kediri
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arif Cholisudin, menjelaskan bahwa selama masa uji coba pihaknya terus melakukan pemantauan intensif dan evaluasi secara berkala. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan memahami bahwa kebijakan tersebut masih berada pada tahap penyesuaian.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Ini masih tahap uji coba dan sifatnya fleksibel. Semua akan dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan serta masukan dari masyarakat. Tujuannya untuk kebaikan kota dan kenyamanan bersama,” ujar Arif, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, penataan Jalan Stasiun tidak hanya ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemkot Kediri dalam membangun kawasan heritage dan ruang publik modern yang mampu mendukung sektor pariwisata serta perekonomian kota.
“kami harapkan perubahan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun pelaku usaha di sekitar kawasan. Area yang sebelumnya dipadati kendaraan kini terlihat lebih lapang dan terkontrol, meski masih membutuhkan waktu adaptasi bagi sebagian pengguna jalan. Uji coba ini menjadi langkah awal menuju wajah baru pusat Kota Kediri sebagai kota yang lebih tertib, humanis, berkarakter, dan berorientasi pada kenyamanan warga. pungkasnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





