Kediri, LINGKARWILIS.COM – Tradisi penyambutan malam 1 Suro di Pamuksan Sang Prabu Sri Aji Jayabaya, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual, Selasa (16/6/2026).
Sejak prosesi dimulai, suasana sakral terasa dengan kepulan asap dupa yang mengiringi kirab dari Balai Desa Menang menuju kawasan Pamuksan Sri Aji Jayabaya. Ratusan peserta mengenakan busana adat Jawa lengkap, sementara di barisan terdepan tampak pusaka Sang Bimo beserta songsong kebesaran kerajaan.
Ribuan masyarakat memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan prosesi tersebut. Bahkan, sebagian warga memilih bermalam atau melakukan tradisi tetirah di kawasan Pamuksan sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Prabu Jayabaya.
Salah seorang panitia, Hartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan untuk menyambut Tahun Baru Jawa atau 1 Suro sekaligus mengenang sosok Sri Aji Jayabaya yang dikenal luas melalui ramalan-ramalannya.
Baca juga : Kloter 112 Jamaah Haji Kabupaten Kediri Dijadwalkan Tiba 30 Juni 2026 Malam
“Melalui ritual tetirah, doa, dan puji-pujian ini, kami berharap masyarakat diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan selama setahun ke depan,” ujarnya.
Kirab budaya tersebut juga diikuti sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Kediri H. Murdi Hantoro, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Aji, jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri, serta ratusan tamu undangan.
Sesampainya di pendopo Pamuksan, rombongan mengikuti prosesi adat berupa persembahan dan tabur bunga di sekitar petilasan Sri Aji Jayabaya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh sesepuh desa serta ritual yang dipimpin tokoh Hondodento dari Yogyakarta.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Aji mengapresiasi pelestarian tradisi budaya tersebut. Menurutnya, kegiatan menyambut 1 Muharam atau 1 Suro menjadi bagian dari warisan budaya yang patut dijaga bersama.
“Semoga seluruh masyarakat yang hadir senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Yang terpenting, mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar Kabupaten Kediri tetap aman dan kondusif,” katanya.
Baca juga : Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tahu Kuning Kediri Tetap Pertahankan Harga Jual
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Kediri H. Murdi Hantoro. Ia menilai tradisi kirab dan ritual 1 Suro di Pamuksan Sri Aji Jayabaya merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kediri yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi.
“Ini adalah bentuk penghormatan kepada Sang Prabu Sri Aji Jayabaya melalui kirab agung dan rangkaian ritual yang berlangsung penuh khidmat. Semoga Kabupaten Kediri semakin maju, sejahtera, dan berjaya di masa mendatang,” ungkapnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin


