Blitar, LINGKARWILIS.COM – Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, resmi ditutup total. Penutupan dilakukan setelah dalam kurun waktu satu tahun tercatat tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi tersebut.
Penutupan dilakukan pada Kamis (12/2/2026) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar bersama Satlantas Polres Blitar Kota. Akses perlintasan kini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat setelah dipasang palang besi yang dilas permanen di sisi utara dan selatan rel.
Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Puguh Imam Santoso, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh.
“Perlintasan ini ditutup total karena dari hasil evaluasi memang sudah layak untuk tidak difungsikan kembali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain faktor keselamatan akibat tiga kejadian fatal dalam setahun terakhir, jarak perlintasan tersebut dinilai terlalu dekat dengan perlintasan lain di sebelah barat. Idealnya, jarak antarperlintasan minimal 800 meter, sementara lokasi ini hanya berjarak sekitar 600 meter.
Baca juga : TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Bekali Warga Olahan Ikan Lele
“Pertimbangan utama adalah keselamatan warga. Jika tetap dibuka, dikhawatirkan akan kembali memakan korban,” katanya.
Puguh menambahkan, perlintasan tersebut sebelumnya sempat ditutup, namun kembali dibuka setelah mendapat protes dari warga. Namun, karena kecelakaan terus terjadi, pemerintah akhirnya memutuskan menutup akses secara permanen.
Ia menegaskan, penutupan bukan untuk menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, sebab masih tersedia jalur alternatif yang lebih aman dan dilengkapi palang pintu di sisi barat.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum penutupan dilakukan, termasuk perangkat RT, RW, dan pemerintah desa.
“Sebelum dilakukan pemalangan, kami bersama Dishub sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Harapannya tidak ada lagi korban akibat tertabrak kereta api,” ujarnya.
Sebelumnya, kecelakaan terakhir terjadi pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Seorang pengendara sepeda motor, Andik Cahyono (36), warga Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, meninggal dunia setelah tertabrak KA Singasari.
Baca juga : Satgas Pangan Polres Kediri Ingatkan Pedagang Tidak Timbun Sembako
Korban saat itu mengendarai Honda Verza dari arah selatan ke utara. Diduga korban tidak menyadari datangnya kereta api dari arah timur ke barat hingga terjadi tabrakan. Motor korban mengalami kerusakan parah dan terpental sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.
Warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkannya ke pihak kepolisian.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





