Kediri, LINGKARWILIS.COM – Menjelang rampungnya pembangunan Pasar Ngadiluwih, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Kediri menyiapkan pemasangan prasasti di sisi timur pasar. Prasasti tersebut akan menjadi penanda keberadaan pasar baru yang memiliki tampilan berbeda dari bangunan sebelumnya.
Kepala Disdagrin Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, mengatakan pembangunan Pasar Ngadiluwih mengusung arsitektur, konstruksi, dan ornamen yang mengangkat kearifan budaya lokal. Unsur tradisi Jawa tetap dipertahankan, termasuk melalui pemasangan prasasti sebagai penanda yang diharapkan bertahan dalam jangka panjang.
“Sebelum pembangunan Pasar Ngadiluwih diakhiri, tentu perlu ada penanda dan kami melihat lokasi baru untuk pemasangan prasasti. Ini bagian dari tradisi Jawa karena pasar merupakan bagian dari perputaran perekonomian masyarakat dan keberlangsungan aktivitas jual beli sepanjang waktu,” katanya.
Prasasti tersebut direncanakan dipasang di sisi timur pasar, berdekatan dengan pintu gerbang bertuliskan “Bismillah”. Disdagrin menargetkan pemasangannya selesai sebelum Pasar Ngadiluwih diresmikan.
Baca juga : Satu Orang Positif Narkoba, Polres Kediri Gencarkan Pengawasan Tempat Hiburan Malam
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, dijadwalkan menandatangani prasasti tersebut sebagai bagian dari penanda pembangunan pasar baru.
Kehadiran prasasti ini diharapkan menjadi identitas Pasar Ngadiluwih sekaligus merepresentasikan perpaduan pembangunan fasilitas perdagangan dengan pelestarian tradisi dan kearifan lokal.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





