Kediri, LINGKARWILIS.COM – Polres Kediri Polda Jatim menggelar Operasi Sarang Narkoba di dua tempat hiburan malam di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Rabu (15/10) malam. Dalam operasi tersebut, sebanyak 28 pengunjung dan karyawan menjalani tes urine. Hasilnya, satu orang dinyatakan positif narkoba, sementara petugas tidak menemukan barang bukti narkotika saat melakukan penggeledahan.
Operasi ini menyasar tempat hiburan malam sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Selain melakukan pemeriksaan, petugas gabungan juga memberikan edukasi kepada pengunjung dan karyawan mengenai risiko serta dampak buruk penyalahgunaan narkoba.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasatresnarkoba Polres Kediri AKP Sujarno, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengawasan di tempat hiburan malam perlu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca juga : PT SGN Tinjau Enam KDKMP di Kabupaten Kediri, Dorong Penguatan Distribusi Gula
“Dari 28 orang yang menjalani tes urine, satu orang menunjukkan hasil positif narkoba. Sementara itu, penggeledahan di kedua lokasi tidak menemukan narkotika,” jelas AKP Sujarno.
Menurutnya, pemeriksaan urine menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi indikasi penyalahgunaan narkoba. Upaya tersebut juga perlu diimbangi dengan edukasi agar masyarakat semakin memahami bahaya narkotika dan tidak mengabaikan dampak yang ditimbulkan.
AKP Sujarno menambahkan, pengawasan dan edukasi harus berjalan beriringan agar pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengandalkan penindakan hukum.
“Pemeriksaan perlu disertai edukasi agar masyarakat semakin memahami bahaya narkoba dan turut menjaga lingkungannya dari penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” imbuhnya.
Baca juga : Disdagrin Kabupaten Kediri Sosialisasikan Zona dan Penempatan Lapak Pasar Ngadiluwih
Polres Kediri menegaskan akan terus melakukan upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika. Pengawasan di tempat hiburan malam menjadi salah satu langkah untuk menekan potensi penyalahgunaan serta menjaga keamanan masyarakat di Kabupaten Kediri.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





