Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Polemik terkait penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapat tanggapan dari Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) RI Farida Farichah, M.Si.
Farida menyebut persoalan tersebut muncul akibat adanya misinformasi mengenai mekanisme rekrutmen hingga penempatan calon manajer KDKMP. Ia menegaskan, sejak awal para peserta telah mengetahui konsekuensi penempatan yang bersifat nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Farida usai menghadiri pelantikan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lamongan periode 2026-2029 di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Rabu (7/10/2026).
Dalam kegiatan itu, Imam Fadlli, S.IP., M.Si., resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Lamongan periode 2026-2029.
Baca juga : Kejari Lamongan Tahan Tiga Tersangka Korupsi Tanah Negara Klayar, Kerugian Rp1,38 Miliar
Farida menjelaskan, seluruh calon manajer KDKMP sejak awal telah menandatangani kesepakatan untuk siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Proses rekrutmen pun dilakukan secara nasional melalui Computer Assisted Test (CAT) dan tes kesehatan dengan standar nasional di bawah koordinasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Di perjanjian awal justru calon manajer ini siap ditempatkan di mana pun dari Sabang sampai Merauke. Itu yang tidak pernah diperbesar di media informasi. Enggak ada polemik. Yang sering kali terjadi di media adalah misinformasi,” ujar Farida.
Menurutnya, mekanisme rekrutmen tersebut memang tidak menggunakan prinsip kedaerahan. Dengan demikian, peserta yang memperoleh hasil terbaik dari suatu daerah tidak secara otomatis ditempatkan sebagai manajer KDKMP di daerah asalnya.
Sebab, proses rekrutmen dilakukan dalam skala nasional. Peserta yang dinyatakan lolos dapat ditempatkan di wilayah lain sesuai kebutuhan, termasuk peserta yang berasal dari Jawa maupun DKI Jakarta.
Meski demikian, Kementerian Koperasi tetap berupaya mengakomodasi calon manajer agar dapat ditempatkan di daerah asal masing-masing apabila kebutuhan atau kuota di wilayah tersebut masih tersedia.
Baca juga : HUT ke-81 TNI, Dandim Kediri: TNI Akan Selalu Hadir untuk Rakyat
“Kalau memang mereka yang seharusnya siap ditempatkan di mana pun tapi mengundurkan diri dan terkendala hal tersebut, kita sedang mencari solusinya. Yang pasti sudah diupayakan yang terbaik,” katanya.
Selain persoalan KDKMP, Farida juga menyampaikan harapannya terhadap peran organisasi kepemudaan seperti KNPI. Menurutnya, KNPI harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk membentuk kapasitas kepemimpinan sekaligus memperluas jejaring.
Ia menyebut KNPI sebagai miniatur Indonesia karena menjadi tempat berhimpunnya pemuda dari berbagai latar belakang, baik profesi, organisasi maupun pilihan politik.
“KNPI harus menjadi ruang untuk menempa diri, baik secara leadership maupun secara berjejaring,” jelasnya.
Farida berharap keberagaman yang ada di tubuh KNPI dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi. Perbedaan, menurutnya, seharusnya tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan untuk menghasilkan kerja bersama.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan dorongan pemerintah agar generasi muda turut terlibat dalam pengembangan KDKMP. Pemuda dinilai tidak cukup hanya memiliki kemampuan berorganisasi, tetapi juga perlu mampu membaca peluang usaha, menciptakan inovasi dan membangun jejaring pasar.
“Jadikan KNPI ruang wadah kolaborasi, bukan ruang wadah untuk berkonflik,” tegasnya.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin


