Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama lima bulan di Kabupaten Ponorogo untuk sementara waktu dihentikan. Penghentian ini bukan karena penghentian permanen, melainkan sebagai bagian dari proses penyesuaian sistem administrasi baru yang sedang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, menjelaskan bahwa program MBG akan kembali berjalan setelah proses pembaruan sistem rampung. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir, karena jeda ini hanya bersifat sementara.
“Program MBG tidak dihentikan total, hanya jeda karena adanya perbaikan administrasi,” kata Letkol Dwi Soerjono, saat ditemui di Makodim Ponorogo, Senin (19/5/2025).
Baca juga : Job Fair 2025 Kabupaten Kediri Dibuka Besok, Sediakan 2.234 Lowongan Kerja
Menurutnya, penyesuaian yang dilakukan saat ini berkaitan dengan mekanisme pengelolaan keuangan agar lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem baru ini memungkinkan pengajuan kebutuhan dana dilakukan di awal bulan, berbeda dengan sistem sebelumnya yang dananya cair di akhir bulan.
“Mulai Juni nanti, pengajuan anggaran dilakukan di awal bulan. Jadi di awal Mei, semua kebutuhan dapur selama sebulan harus sudah diajukan,” terangnya.
Penghentian sementara ini, kata Dandim, telah mulai berlaku sejak Jumat pekan lalu dan juga diterapkan di sejumlah daerah lain, bukan hanya di Ponorogo. Saat ini, seluruh dapur dalam program MBG masih menunggu aktivasi sistem baru yang sedang dalam tahap finalisasi.
Baca juga : Pencarian Dua Korban Hanyut di Kediri Diperluas hingga Lebih dari 10 Kilometer
“Kapan dimulainya kembali belum bisa kami pastikan, namun jika sistemnya sudah siap, program akan langsung dilanjutkan,” ujarnya.
Letkol Dwi juga memastikan bahwa tidak ada pengurangan jumlah siswa penerima MBG. Sebanyak 2.697 siswa dari 16 lembaga, mulai dari tingkat TK hingga SMP serta Posyandu, tetap menjadi sasaran program tersebut.
“Tidak ada perubahan jumlah penerima. Hanya sistemnya saja yang disesuaikan,” tutupnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





