KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Warga Dusun Pagak, Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, digemparkan oleh insiden tenggelamnya seorang kakek bernama Sihman (71), warga Desa sekaligus Kecamatan Kras, pada Minggu (9/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Ia diduga terjebur ke Sungai Brantas setelah rem sepeda pancalnya blong saat menuruni jalan menuju tambangan di wilayah tersebut.
Peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Ngadiluwih yang kemudian langsung melakukan penanganan bersama warga sekitar.
Kapolsek Ngadiluwih, AKP Agung Syaifudin, menjelaskan, sebelum kejadian, korban baru saja pulang dari rumah anaknya di Desa Mondo, Kecamatan Mojo. Dalam perjalanan, korban sempat melintasi Jembatan Wijaya Kusuma (JWK) dan diketahui oleh anaknya.
Namun, di tengah perjalanan pulang, korban tiba-tiba berubah arah dan memutuskan kembali ke Mojokerto dengan melintas menuju tambangan Pagak, Banggle.
Baca juga : Pupuk Organik Produksi Gapoktan Joyoboyo Kediri Tunggu Izin Edar dari Kementan RI
“Ketika tiba di sisi timur tambangan, perahu penyeberangan masih berada di seberang barat. Petugas tambang sudah meminta korban menunggu, namun korban tetap melaju dengan sepedanya,” ujar Kapolsek.
Nahas, saat menuruni jalan menuju sungai, rem sepeda korban tidak berfungsi, menyebabkan korban kehilangan kendali dan tercebur ke Sungai Brantas yang saat itu berarus deras. Warga sempat mendengar teriakan minta tolong, namun korban langsung terseret arus sebelum sempat diselamatkan.
Hingga Minggu sore, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kediri, Polsek Ngadiluwih, dan warga masih melakukan pencarian. Sementara itu, sepeda pancal milik korban telah diamankan sebagai barang bukti.
Baca juga : Ribuan Warga Ngadirejo Meriahkan “Mlaku Bareng Mas Afif” Anggota DPRD Kota Kediri
“Identitas korban dipastikan berdasarkan keterangan keluarga yang mengenali sepeda pancal miliknya,” kata AKP Agung Syaifudin.
Pencarian terus dilanjutkan hingga radius beberapa kilometer dari lokasi kejadian dengan harapan korban segera ditemukan.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






