Puluhan Lansia di Blitar Keracunan Usai Konsumsi Kolak di Acara Posyandu

Puluhan Lansia di Blitar Keracunan Usai Konsumsi Kolak di Acara Posyandu
Para lansia mendapatkan perawatan usai menyantap menu pada Posyandu Lansia. Dan petugas ketika periksa sejumlah saksi. (aziz)

BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Insiden keracunan massal kembali mengguncang Kabupaten Blitar. Kali ini, sebanyak 57 lansia dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, mengalami gejala muntah dan diare usai menyantap kolak kacang hijau dalam agenda rutin Posyandu Lansia, Sabtu (10/5/2025).

Menurut Kepala Dusun Sidorejo, Ponidi, kolak kacang hijau dan pisang yang disajikan merupakan menu langganan yang setiap kegiatan posyandu selalu dihidangkan. “Ini pertama kalinya terjadi. Biasanya aman-aman saja,” ujarnya, Senin (12/5/2025).

Gejala mulai dirasakan pada Minggu siang (11/5/2025), dan para korban mulai berdatangan ke Puskesmas Boro setelah melaporkan mual, muntah, dan lemas. Sebanyak 19 lansia dirawat intensif, sementara puluhan lainnya menjalani rawat jalan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Ngudi Waluyo dan sejumlah klinik.

Baca juga : Bus Persik Kediri Diserang Saat di Stadion Kanjuruhan, Arema FC Sampaikan Permintaan Maaf!

Beberapa warga yang dirawat di antaranya Juwarti (58), Karyono (74), dan Jartin (78), seluruhnya berasal dari Sidomulyo. Selain lansia, seorang ibu hamil turut dilaporkan terdampak.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab pasti keracunan. Sementara kepolisian mengamankan sampel kolak untuk diuji di laboratorium.

Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, mengonfirmasi total ada 22 warga yang masih dirawat inap karena gejalanya cukup berat. “Sebagian besar sudah membaik dan menjalani rawat jalan,” ungkapnya.

Baca juga : Hajar Arema FC 0-3, Persik Kediri Akhiri Paceklik Kemenangan dan Amankan Posisi

Pemdes Sidomulyo menyatakan penyesalan atas insiden ini dan meminta maaf kepada warga yang terdampak. Pemeriksaan bahan makanan dan proses pengolahan kini menjadi perhatian utama untuk mencegah kejadian serupa terulang.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D