Puluhan Massa GRIB JAYA Geruduk Balai Kota Batu, Soroti Gate E-Parking Rp600 Juta

Puluhan Massa GRIB JAYA Geruduk Balai Kota Batu, Soroti Gate E-Parking Rp600 Juta
Puluhan Massa GRIB JAYA Geruduk Balai Kota Batu, Soroti Gate E-Parking Rp600 Juta (Arief)

Batu, LINGKARWILIS.COM – Puluhan massa Dewan Koordinator Wilayah Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB JAYA) Malang Raya menggelar aksi di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (21/8/2026).

Massa datang dengan membawa sejumlah spanduk, baliho, serta mobil komando. Dalam aksinya, mereka mempertanyakan pengelolaan sistem E-Parking di kawasan Alun-Alun Kota Batu, terutama keberadaan gate parkir di Jalan Munif dan Jalan Sudiro.

Koordinator Wilayah GRIB JAYA Malang Raya, Damanhury Jab, S.H., menyoroti efektivitas fasilitas tersebut. Ia mempertanyakan keberadaan gate parkir yang disebut dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp600 juta, namun dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

“Yang kita jumpai di lapangan, gate parkir yang sudah dibangun dengan anggaran Rp600 juta itu tidak difungsikan secara maksimal,” ujar Damanhury, Jumat (21/8/2026).

Atas kondisi tersebut, GRIB JAYA meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pengelolaan sistem E-Parking, termasuk efektivitas fasilitas yang telah dibangun.

Baca juga : HUT RI ke-81, Golkar Kediri Borong Telur Peternak dan Bagikan Makanan Gratis kepada Warga

Damanhury menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan pengelolaan parkir di Kota Batu. Ia juga menyatakan akan memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam praktik yang tidak sesuai ketentuan.

“Biar bagaimanapun Kota Batu harus tertib terhadap keuangan, karena sebelumnya banyak sekali skandal-skandal yang sudah merusak harkat dan martabat Kota Batu,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyinggung dugaan jual beli lapak di Pasar Among Tani yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Negeri Batu.

Sementara terkait E-Parking, GRIB JAYA mengaku masih akan melakukan konsolidasi serta mengumpulkan data sebelum menentukan langkah selanjutnya. Mereka bahkan berencana kembali menggelar aksi setelah data yang dibutuhkan dinilai cukup.

Massa juga mendesak dilakukan kajian akademik untuk mengetahui sejauh mana keberadaan gate parkir dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu. GRIB JAYA memperkirakan potensi PAD dari sistem tersebut dapat mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Baca juga : Visitasi Persiapan Embarkasi Haji, Bandara Dhoho Kediri Dinilai Siap dari Sisi Infrastruktur dan Operasional

“Kita akan menuntut siapa yang bertanggung jawab. Kasihan dengan pekerja-pekerja parkir. Di mana lagi nikmatnya menjadi orang Batu jika dirampas oleh pemerintah,” kata Damanhury.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dishub Kota Batu Susetya Herawan, M.Si., mengatakan penyampaian aspirasi tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat terhadap pemerintah.

Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pengelolaan parkir di Kota Batu.

“Ini adalah kontrol sosial untuk perbaikan pengelolaan parkir di Kota Batu,” ujar Susetya.

Ia menambahkan, Dishub Kota Batu saat ini masih melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap sistem parkir, terutama di kawasan Alun-Alun Kota Batu.

“Yang jelas kita masih ada proses perbaikan,” pungkasnya.

Aksi tersebut menambah sorotan terhadap pengelolaan sistem E-Parking di Kota Batu. Efektivitas penggunaan gate parkir serta kontribusinya terhadap PAD kini menjadi bagian dari evaluasi yang tengah dilakukan pemerintah daerah.***

Reporter : Arief Prabowo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *