Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri terus mengintensifkan program normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi bencana, khususnya banjir. Kegiatan ini tetap berjalan meski memasuki musim kemarau dan pancaroba, dengan fokus pada pengerukan endapan lumpur di dasar sungai untuk memperlancar aliran air.
Kepala Bidang Operasional dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Andri Eko Prasetyo, menegaskan bahwa proses normalisasi tidak terhenti oleh perubahan musim. Lumpur hasil pengerukan bahkan dimanfaatkan untuk memperkuat tanggul agar tidak jebol saat debit air meningkat.
“Di musim kemarau ini, justru lebih efektif untuk melanjutkan normalisasi karena debit air menurun dan pengerukan lebih mudah dilakukan. Lumpur yang diangkat langsung kami gunakan untuk memperkuat tanggul,” jelas Andri.
Baca juga : Pemkab Kediri Gratiskan Transportasi PP ke Asrama Haji Surabaya untuk Jamaah Haji 2025
Ia menyebut bahwa pengerjaan ini juga merupakan upaya antisipasi menjelang musim hujan, ketika potensi luapan air ke area pertanian dan pemukiman meningkat. Dua unit alat berat telah disiagakan di sejumlah lokasi rawan, dan akan digerakkan sesuai kebutuhan penanganan bencana.
“Alat berat kami juga siap digerakkan jika terjadi banjir di wilayah Kabupaten Kediri. Meskipun sedang musim kemarau, intensitas hujan di masa pancaroba masih tinggi. Karena itu, normalisasi sungai tetap kami lakukan secara intensif,” tambahnya.
Dengan normalisasi yang berkelanjutan ini, Pemkab Kediri berharap dapat meminimalkan risiko bencana dan menjaga kestabilan lingkungan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terdampak luapan air sungai.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





