BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Proses penyembelihan hewan kurban di wilayah Blitar Raya telah selesai dilaksanakan. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan temuan yang cukup mengkhawatirkan: ratusan organ hewan kurban terindikasi penyakit, terutama infeksi cacing hati.
Di Kota Blitar, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengonfirmasi bahwa sebanyak 201 hewan kurban, terdiri dari sapi dan kambing, diketahui mengidap cacing hati. Selain itu, ditemukan juga kasus pneumonia atau bercak putih pada paru-paru pada delapan ekor sapi.
“Organ tubuh yang terindikasi penyakit kami rekomendasikan untuk tidak dikonsumsi, demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” ujar Kepala DKPP Kota Blitar, drh. Dewi Masitoh, Selasa (10/6/2025).
Baca juga : Persik Kediri Resmi Lepas Ramiro Fergonzi, Cari Pengganti di Bursa Transfer
Dewi menjelaskan bahwa dalam setiap perayaan Idul Adha, pihaknya selalu mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan untuk memastikan kelayakan konsumsi daging kurban. Tahun ini, tim menyebar ke 348 titik lokasi penyembelihan yang tersebar di tiga kecamatan, mulai dari rumah pemotongan hewan (RPH), masjid, sekolah, musala, hingga lokasi pemotongan di lingkungan warga.
Total hewan kurban yang dipotong di Kota Blitar mencapai 1.926 ekor, mencakup berbagai jenis seperti sapi, kambing, dan domba.
Hal serupa juga ditemukan di Kabupaten Blitar. Tim pengawas hewan kurban dari Dinas Peternakan dan Perikanan setempat mendapati 185 hewan terinfeksi cacing hati. Rinciannya, 114 ekor sapi, 69 kambing, dan sisanya dari jenis domba. Organ hati menjadi bagian yang paling rentan terhadap infeksi parasit ini.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Nanang Miftahudin, pemeriksaan dilakukan di 2.825 titik penyembelihan yang tersebar di 22 kecamatan. Adapun total hewan kurban yang disembelih di Kabupaten Blitar mencapai ribuan, antara lain:
-
1.515 ekor sapi jantan
-
147 ekor sapi betina
-
3 ekor kerbau jantan
-
14.417 ekor kambing jantan
-
87 ekor kambing betina
-
372 ekor domba jantan
-
14 ekor domba betina
Menariknya, perayaan Idul Adha tahun ini juga mencatatkan nilai transaksi hewan kurban yang sangat besar, diperkirakan mencapai lebih dari Rp 102 miliar. Rinciannya antara lain:
-
Sapi: Rp 58,17 miliar
-
Kerbau: Rp 96 juta
-
Kambing: Rp 43,51 miliar
-
Domba: Rp 1,04 miliar
“Angka ini merupakan estimasi berdasarkan harga rata-rata hewan kurban di pasaran. Satu ekor sapi diperkirakan seharga Rp 35 juta, sedangkan kambing sekitar Rp 3 juta,” jelas Nanang.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi bagian organ hewan yang telah dinyatakan tidak layak, demi mencegah risiko kesehatan.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





