Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 14 Juli 2025, revitalisasi Gedung Sekolah Rakyat (SR) yang berada di kawasan Industri Kecil Menengah (IKM) Ponorogo dikebut pengerjaannya. Meski progres fisik baru mencapai sekitar 10 persen, pelaksana proyek optimistis dapat menyelesaikan renovasi sebelum batas kontrak berakhir.
Surono, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Ponorogo menyebutkan, proyek revitalisasi ini dikerjakan selama 45 hari sejak Sabtu (6/7/2025) dan dijadwalkan rampung pada 20 Agustus 2025.
“Meskipun kontraknya 45 hari, kita targetkan pekerjaan selesai dalam 20 hari. Jumlah pekerja di lapangan sudah ditambah menjadi sekitar 40 orang untuk mempercepat proses,” ujar Surono, Selasa (8/7/2025).
Baca juga : Dorong Pertumbuhan Industri Film Lokal, Pemkab Kediri Dukung Talenta Muda Melangkah dari Karya ke Karir
Mengenai perlengkapan sekolah, Surono menjelaskan bahwa seluruh meubelair akan disediakan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Barang-barang tersebut akan dikirim setelah proses renovasi fisik rampung.
“Ponorogo tinggal menyiapkan ruangannya saja. Semua peralatan disediakan oleh Kementerian PUPR. Biasanya pengiriman menyesuaikan dengan kesiapan gedung,” imbuhnya.
Sekolah Rakyat Ponorogo dirancang untuk menampung lima rombongan belajar (rombel) dengan total 125 siswa, terdiri dari satu rombel jenjang SD, dua rombel SMP, dan dua rombel untuk tingkat SMA. Proses pembelajaran direncanakan dimulai pada 14 Juli mendatang.
Kendati kemungkinan renovasi belum sepenuhnya rampung saat tahun ajaran dimulai, pihaknya berharap para siswa tetap mendapat aktivitas pendidikan sementara.
“Tenaga pengajar dan staf pendukung sudah siap semua. Kepala sekolahnya pun saat ini sedang mengikuti retret yang digelar oleh Kementerian Sosial,” pungkas Surono.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





