Reyog Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, Ponorogo Pikul Amanah Baru

Reyog Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, Ponorogo Pikul Amanah Baru
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat menerima piagam pengakuan Reyog Ponorogo oleh Unesco (SOny)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Kesenian Reyog resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO. Penetapan tersebut disahkan melalui penyerahan sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam seremoni di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (2/12) malam. Sertifikat itu kini disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, hadir langsung menerima pengakuan bergengsi tersebut.

Dalam keterangannya, Lisdyarita atau Bunda Rita menyebut capaian ini sebagai hasil kerja panjang seluruh elemen masyarakat pecinta reyog. Ia menekankan bahwa pengakuan UNESCO bukan akhir perjuangan, melainkan awal tanggung jawab baru bagi Ponorogo.

“Ini bukan garis finish. Justru menjadi pintu awal untuk tugas yang lebih besar: melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkannya bagi masyarakat,” kata Bunda Rita.

Baca juga : Lomba Campursari Semarakkan Hari Ibu, 70 Penyanyi dari Berbagai Daerah Ramaikan Rumah Budaya Kediri

Tantangan besar, lanjutnya, akan dihadapi pada 2026. Pemkab Ponorogo mendapat amanah untuk semakin agresif memperkenalkan reyog ke tingkat internasional. Namun, terbatasnya alokasi anggaran tahun mendatang membuat upaya tersebut tidak mudah.

“Kita diberi tugas memperkenalkan reyog ke luar negeri, tetapi anggarannya memang terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan program itu tetap berjalan. Sebab, reyog merupakan identitas budaya Ponorogo yang harus dijaga marwahnya, apa pun tantangannya.

Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Gencarkan Patroli SLG, PKL Dilarang Berjualan Pagi dan Siang

Optimisme juga disampaikan Bunda Rita bahwa kesenian reyog akan mampu beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Upaya pelestarian kini diperkuat sejak jenjang pendidikan dasar melalui muatan lokal (mulok) dan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga generasi muda dapat terlibat langsung menjaga keberlangsungan budaya tersebut.

“Pelestarian budaya harus dimulai dari anak-anak hingga dewasa,” tutupnya.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D