BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Blitar terus melanjutkan program pemberdayaan lingkungan berbasis RT, yang sebelumnya dikenal dengan nama RT Keren, kini hadir dengan wajah baru bertajuk RT Sae. Meski nama berubah, alokasi dana bagi setiap RT tetap dipertahankan dengan nilai sebesar Rp50 juta per RT.
Program ini menjadi kelanjutan dari kebijakan yang telah dilaksanakan pada masa kepemimpinan Wali Kota Blitar sebelumnya, Santoso. Kini di bawah kepemimpinan Wali Kota Syauqul Muhibbin, program tersebut mengalami penyesuaian baik dari segi konsep maupun eksekusi teknis.
Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Blitar, Fredy Hermawan, perbedaan utama antara RT Keren dan RT Sae terletak pada fleksibilitas penggunaan anggaran. Jika pada RT Keren terdapat skema pembagian dana 70 persen untuk fisik dan 30 persen untuk pembinaan, kini dalam RT Sae porsi tersebut dihapus.
“Tidak ada lagi pembagian porsi tetap. Dana bisa difokuskan seluruhnya sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Kalau memang dibutuhkan untuk pelatihan atau pemberdayaan, bisa digunakan sepenuhnya untuk itu,” jelas Fredy, Senin (7/7/2025).
Baca juga : Perkuat Lini Serang, Persik Kediri Resmi Gaet Pedro Matos dari Portugal
Ia mencontohkan, pada program RT Keren sebelumnya, dana lebih diarahkan untuk pembangunan fisik seperti pavingisasi, pembuatan gapura, hingga saluran air. Sementara porsi kecil dialokasikan untuk kegiatan pelatihan keterampilan seperti membuat kue atau pelatihan las. Kini, penentuan prioritas sepenuhnya diserahkan kepada karakteristik dan kebutuhan tiap-tiap RT.
“Setiap lingkungan punya potensi yang berbeda. Melalui RT Sae, kami berikan ruang agar masyarakat bisa menentukan arah program yang paling relevan,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal dan mendorong kemandirian RT dalam menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan sejahtera. Pemerintah kota juga menegaskan bahwa program ini merupakan strategi memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pembangunan kelurahan.
Baca juga : Razia Gabungan di Kota Kediri Jaring Ratusan Pelanggar, Didominasi Sepeda Motor
“Tujuan akhirnya agar masyarakat RT bisa lebih berdaya dan kesejahteraannya meningkat. RT bukan sekadar struktur administratif, tapi motor penggerak pembangunan lingkungan,” pungkas Fredy.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





