Satlantas Polres Kediri Kota Sampaikan Pesan Disiplin Lalu Lintas di Masjid Setono Gedong, Ini Acaranya

Satlantas Polres Kediri Kota Gaungkan Disiplin Lalu Lintas di Masjid Setono Gedong
Satlantas Polres Kediri Kota Gaungkan Disiplin Lalu Lintas di Masjid Setono Gedong (Ist)

Kediri, Lingkarwilis.com – Momentum Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan Polres Kediri Kota melalui Satuan Lalu Lintas untuk tidak hanya mendorong peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Lewat program Polantas Menyapa bertajuk Himbauan Lalu Lintas Tertib dan Selamat (HALAL-TULUS), edukasi berlalu lintas digelar secara humanis di Masjid Setono Gedong, Senin (23/2/2026).

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB itu dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota, IPTU Mujani, bersama jajaran anggota. Turut hadir pengasuh Ponpes Ar Risalah Lirboyo, Ning Aina, serta jamaah pengajian putri Istiqomah Qolbu Wahid yang mengikuti acara dengan antusias.

IPTU Mujani menyampaikan, bulan suci Ramadhan identik dengan pengendalian diri, nilai yang selaras dengan etika berlalu lintas.

Baca juga : Pemkab Kediri Imbau Sahur Keliling Tanpa Sound Horeg

“Ramadhan menjadi momen tepat untuk mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dan bijak saat berkendara. Mengendalikan emosi, tidak berkendara secara ugal-ugalan, serta taat aturan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., menilai pendekatan preventif yang dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan efektif menekan angka pelanggaran maupun potensi kecelakaan selama Ramadhan.

Dalam arahannya kepada jamaah, ia menekankan sejumlah hal, antara lain memperkuat iman dan takwa sebagai dasar kedisiplinan, menghindari perang sarung yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, mewaspadai gangguan kamtibmas, tidak terlibat balap liar atau kebut-kebutan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta tidak menggelar sahur on the road dengan penggunaan pengeras suara berlebihan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Baca juga : Berburu Takjil, Sore Hari di Kota Kediri Berubah Jadi Pasar Dadakan

Penyampaian materi dilakukan secara persuasif dan komunikatif sehingga mudah dipahami para jamaah. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *