Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Satreskrim Polres Tulungagung tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kasus pembobolan minimarket yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Tulungagung. Dari enam tempat kejadian perkara (TKP), total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 177,6 juta.
Kasatreskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiratama Tamba, mengungkapkan bahwa selama periode Januari hingga Februari 2026 tercatat enam kasus pembobolan minimarket.

“Total ada enam minimarket yang menjadi sasaran pembobolan. Alfamart menjadi yang paling banyak dibobol,” ujar Andi, Jumat (13/2/2026).
Adapun rincian lokasi dan kerugian masing-masing yakni:
-
Alfamart Gedangan: Rp 21 juta
-
Alfamart Ringinpitu 1: Rp 21 juta
-
Alfamart Ringinpitu 2: Rp 92,6 juta
-
Alfamart Gedangsewu: Rp 33 juta
-
Alfamart Kacangan: Rp 14 juta
-
Indomaret Jeli: Rp 3 juta
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keenam kasus tersebut memiliki kesamaan pola dengan dua modus operandi. Pelaku diduga masuk dengan cara membobol atap atau melubangi tembok minimarket sebagai akses masuk.
Setelah berhasil masuk, pelaku langsung mematikan sistem CCTV dan mengambil DVR untuk menghilangkan jejak. Polisi saat ini masih mengumpulkan barang bukti guna mengungkap identitas pelaku.
Baca juga : Sempat Memimpin, Persik Kediri Gagal Amankan Tiga Poin Saat Hadapi PSIM Yogyakarta
“Kami masih mengumpulkan barang bukti untuk kepentingan proses penyelidikan. CCTV di minimarket juga diputus oleh pelaku,” jelasnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik menerapkan metode Scientific Crime Investigation (SCI), yakni pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengidentifikasi pelaku secara akurat.
Dari hasil analisis sementara, pelaku menyasar minimarket yang berada di lokasi sepi dan beraksi pada dini hari, antara pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, saat situasi sekitar relatif lengang.
Pihak kepolisian mengimbau pengelola minimarket agar meningkatkan sistem keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





