KEDIRI, LINGKARWILIS.COM β Musim kemarau menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan pembakaran daduk atau daun tebu kering. Kelalaian saat membakar sisa tanaman tersebut berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama saat angin bertiup kencang.
Peristiwa itu terjadi di lahan tebu milik Supriono, warga Dusun Minggiran, Desa dan Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Api dari pembakaran daduk diduga merembet ke area perkebunan tebu yang masih berdiri hingga memicu kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, tanaman tebu yang belum dipanen ikut terbakar dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Petugas Pemadam Kebakaran Pos Ngadiluwih segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Satu unit mobil pemadam dengan kapasitas 2.500 liter air diterjunkan untuk melakukan pemadaman.
Baca juga :Β RTH SLG Jadi Favorit Warga Kediri untuk Olahraga Pagi
Berkat upaya petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam sehingga tidak meluas ke lahan lainnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Witjaksono, membenarkan adanya kebakaran lahan tebu di wilayah Kecamatan Ngancar tersebut.
Ia memastikan bahwa dalam peristiwa itu tidak terdapat korban jiwa. Namun, pihaknya mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran daduk maupun sisa-sisa tanaman pada musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar daduk atau sisa tanaman. Jika melakukan pembakaran, harus diawasi dan ditunggui hingga benar-benar padam agar tidak menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Baca juga :Β Kelalaian Pembakaran Daun Tebu Diduga Picu Kebakaran Lahan di Jegles Kota Kediri
Menurut Khaleb, kondisi cuaca pada musim kemarau dengan hembusan angin yang cukup kencang membuat api mudah merembet ke lahan lain, terutama pada areal perkebunan tebu yang memiliki material kering dan mudah terbakar.
“Kencangnya angin di area persawahan maupun perkebunan dapat mempercepat penyebaran api ke lahan di sekitarnya. Karena itu, kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dalam mengelola limbah pertanian dan segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum meluas.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





