Kodim 0809/Kediri Bangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, Pulihkan Akses Dua Desa di Kecamatan Ngancar

Kodim 0809/Kediri Bangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, Pulihkan Akses Dua Desa di Ngancar
Pelaksanaan pembangunan jembatan (Ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kodim 0809/Kediri membangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Dusun Ngancar, Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri sebagai upaya memulihkan akses penghubung yang sempat terputus antara Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo.

Jembatan permanen berjenis komposit dengan rangka baja WF dan beton bertulang tersebut memiliki panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Pembangunannya merupakan bagian dari Program Bhakti TNI yang dilaksanakan selama 21 hari, mulai 10 hingga 31 Juli 2026.

Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, mengatakan pembangunan jembatan merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Program ini bukan sekadar membangun sebuah jembatan, tetapi membangun harapan dan masa depan masyarakat. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan, memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua desa,” ujarnya, Sabtu (25/07)

Baca juga :Β Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, Sebanyak 53 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Dalam Mobil Volkswagen

Menurut Dhavid, pembangunan tersebut juga merupakan implementasi Program Bhakti TNI yang sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto melalui sinergi antara Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat.

Ia menegaskan, TNI akan terus menjalankan program teritorial yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan berbagai elemen masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat,” tambahnya.

Sebelum jembatan permanen dibangun, warga mengandalkan jembatan kayu yang kemudian digantikan jembatan darurat dari bambu setelah jembatan utama ambrol pada Mei 2020. Kondisi tersebut memaksa masyarakat memutar dengan jarak yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah, lahan pertanian, maupun pusat kegiatan ekonomi.

Kepala Desa Pandantoyo, Dian Astianti, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Baca juga :Β Kandang Puyuh di Kepung Kediri Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp25 Juta

“Alhamdulillah, masyarakat sangat bersyukur dengan adanya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih oleh Kodim 0809/Kediri. Selama ini warga harus memutar dengan jarak yang cukup jauh untuk beraktivitas. Dengan jembatan permanen ini, kami optimistis mobilitas masyarakat akan kembali normal dan perekonomian desa semakin berkembang,” ungkapnya.

Hingga akhir pekan ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 85 persen. Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026 sesuai jadwal pelaksanaan Program Bhakti TNI.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, serta menjadi wujud nyata kontribusi TNI dalam mendukung pembangunan nasional.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *