Blitar, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 122 calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar mulai menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pemeriksaan tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar Eka Atikah mengatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan seluruh calon siswa berada dalam kondisi sehat sebelum mulai mengikuti aktivitas di sekolah.
Pemeriksaan dinilai penting karena para siswa nantinya akan tinggal di asrama. Karena itu, kondisi kesehatan mereka perlu dipastikan, termasuk untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit maupun penyakit menular.
“Karena tinggal di asrama, kondisi fisik harus fit. Jadi sebelum mengikuti kegiatan sekolah, calon siswa harus benar-benar dalam kondisi sehat,” ujar Eka Atikah, Minggu (2/8/2026).
Baca juga : Maling Spesialis Bobol Sekolah dan Rumah di Blitar Ditangkap, Diduga Beraksi di Lima TKP
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh petugas Puskesmas Kepanjenkidul. Sejumlah bagian tubuh diperiksa, di antaranya kondisi mata, gigi, kulit, serta pemeriksaan kesehatan lainnya.
Pelaksanaan pemeriksaan turut didampingi oleh orang tua dan tenaga pengajar Sekolah Rakyat. Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh calon siswa dinyatakan layak untuk tinggal di asrama.
Eka menjelaskan, setelah resmi menjadi siswa SR, kondisi kesehatan mereka juga akan mendapatkan pemantauan selama tinggal di asrama. Selain fasilitas pendidikan, kebutuhan siswa seperti makanan dan seragam juga disediakan secara gratis.
“Selama tinggal di asrama SR, kesehatan siswa juga akan terus dipantau. Kebutuhan makan dan seragam juga sudah dijamin,” jelasnya.
Selain memastikan kesehatan fisik, Dinsos Kota Blitar juga meminta orang tua memberikan dukungan mental kepada anak-anak sebelum masuk Sekolah Rakyat.
Hal tersebut diperlukan karena para siswa nantinya tidak langsung pulang ke rumah setelah kegiatan belajar mengajar selesai, melainkan tinggal di asrama. Untuk membantu proses penyesuaian, siswa akan mendapat pendampingan dan pengawasan dari guru maupun pendamping selama berada di asrama.
“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” harap Eka.
Baca juga : Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Kediri Imbau Warga Pasang Bendera dan Umbul-Umbul
Sementara itu, MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026 apabila tidak ada perubahan. Pelaksanaan MPLS tersebut menyesuaikan dengan rampungnya pembangunan fasilitas SR yang berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.
Sekolah Rakyat tersebut menyediakan jenjang pendidikan mulai SD, SMP hingga SMA. Peserta didiknya tidak hanya berasal dari Kota Blitar, tetapi juga dari Kota Batu dan Kabupaten Malang yang belum memiliki sekolah representatif untuk program tersebut.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor :Hadiyin





