Malang, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 225 kepala sekolah di Kota Malang bakal mengikuti pembinaan khusus selama satu hari. Program yang disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, serta cara kepala sekolah menghadapi berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.
Program tersebut telah masuk dalam anggaran Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Pelaksanaannya direncanakan pada akhir Oktober atau paling lambat awal November 2026.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan program pembinaan tersebut sebenarnya telah dirancang sebelum munculnya kasus dugaan kekerasan di SMPN 18 Kota Malang.
Namun, persoalan yang terjadi di sekolah tersebut semakin menegaskan pentingnya pembekalan bagi kepala sekolah, terutama agar mereka memahami batas kewenangan dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan.
Baca juga : Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kapolres Kediri Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga
“Urgensinya sebenarnya ini sudah program saya sebelum ada masalah yang di SMP 18. Ini sudah masuk anggaran APBD 2026, di P-APBD saya masukkan. Kebetulan juga sudah didok,” terang Suwarjana, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif. Karena itu, mereka perlu terus dibekali pemahaman mengenai batas tindakan ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan guru, peserta didik maupun wali murid.
“Biar kepala sekolah juga mengetahui bahwa apa yang dilakukan itu batas-batasnya. Walaupun sebenarnya sudah, tapi tidak salah kalau kita mengingatkan lagi,” ujarnya.
Pembinaan terhadap 225 kepala sekolah tersebut akan berlangsung penuh selama satu hari. Disdikbud tidak menerapkan sistem karantina karena mempertimbangkan keterbatasan anggaran.
“Karena mengingat dananya kalau karantina tidak cukup, jadi kami tidak karantina. Satu hari pulang, full satu hari,” tuturnya.
Kegiatan direncanakan berlangsung di wilayah Malang dengan materi yang diberikan melalui kombinasi pembelajaran di dalam ruangan dan aktivitas di lapangan.
Beberapa materi yang disiapkan meliputi kepemimpinan, public relation, serta kedisiplinan. Kepala sekolah juga akan mendapat pembekalan mengenai cara berkomunikasi dan menghadapi masyarakat, khususnya wali murid dan peserta didik.
Baca juga : Pohon di Alas Untung Terbakar, Damkar Kediri Turun Tangan
Sementara untuk materi kedisiplinan melalui kegiatan lapangan, Disdikbud Kota Malang akan menggandeng unsur TNI.
“Materinya ada kepemimpinan, kemudian public relation untuk menghadapi masyarakat, dalam hal ini wali murid, untuk menghadapi anak-anak juga. Kemudian kedisiplinannya gaya militer,” jelas Suwarjana.
Ia berharap pembinaan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Para kepala sekolah diharapkan menjadikan materi yang diperoleh sebagai bahan evaluasi dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di sekolah masing-masing.
Program serupa juga direncanakan diperluas. Setelah menyasar kepala sekolah, Disdikbud Kota Malang berencana memberikan pembinaan kepada para guru pada tahun berikutnya.
“Target kami memang kepala sekolah dulu. Di tahun depan bisa guru nantinya. Kita anggarkan,” tegasnya.
Melalui program tersebut, Disdikbud Kota Malang berharap para kepala sekolah semakin mampu menjalankan kepemimpinan secara tepat, termasuk dalam menghadapi persoalan di lingkungan sekolah dan memahami batas-batas kewenangan dalam mengambil tindakan.
“Harapan kami nanti dia akan berubah. Kalau selama ini mereka melakukan kesalahan, harapan kami mau berubah,” tandasnya.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





