Sebanyak 50 UMKM Tampingmojo Jombang Dibekali Pelatihan Pangan, Didorong Naik Kelas Lewat Zakat Produktif

50 UMKM Tampingmojo Jombang Dibekali Pelatihan Pangan, Didorong Naik Kelas Lewat Zakat Produktif
50 UMKM Tampingmojo Jombang Dibekali Pelatihan Pangan, Didorong Naik Kelas Lewat Zakat Produktif (Saha)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Upaya pemberdayaan ekonomi umat terus dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Jombang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, dibekali pelatihan kemantapan pangan sebagai bagian dari program Pendampingan Ekonomi Umat.

Pelatihan tersebut digelar di Balai Desa Tampingmojo, Rabu (7/10/2026). Kegiatan diikuti para penerima manfaat program yang sebelumnya telah mendapatkan bantuan tambahan modal usaha dari BAZNAS.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Kemenag Jombang, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Jombang, KUA Kecamatan Tembelang, Pemerintah Desa Tampingmojo, BAZNAS, serta narasumber dari Dinas Kesehatan.

Bantuan modal yang diberikan sebelumnya diarahkan untuk membantu penerima manfaat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, program tersebut tidak berhenti pada dukungan finansial.

Baca juga : Pikap Muat Buah Terbakar di Peterongan Jombang, Sopir Luka Bakar di Wajah hingga Punggung

Para pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan serta penguatan kapasitas agar mampu mengelola usaha secara lebih baik, menjaga kualitas produk, sekaligus meningkatkan daya saing.

Kepala KUA Kecamatan Tembelang Maulana Sudjatmiko mengatakan, pendampingan menjadi bagian penting agar bantuan modal yang diberikan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Bantuan modal adalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut berkembang menjadi usaha yang produktif, mampu bertahan, dan secara bertahap menjadikan penerima manfaat semakin mandiri,” ujar Maulana.

Menurutnya, aspek keamanan pangan dan kehalalan produk juga tidak kalah penting dalam pengembangan usaha. Produk yang aman, berkualitas, dan halal dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

KUA Kecamatan Tembelang juga menyatakan kesiapan Penyuluh Agama Islam untuk mendampingi pelaku UMKM dalam proses sertifikasi halal.

“Mulai dari memberikan informasi, membantu memahami persyaratan, hingga mendampingi proses pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

Sementara itu, keterlibatan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Jombang menjadi bagian dari upaya memastikan program pemberdayaan ekonomi umat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Program Pendampingan Ekonomi Umat diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan modal. Melalui kolaborasi antara Kemenag, BAZNAS, pemerintah desa dan pihak terkait lainnya, penerima manfaat didorong berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri.

“Melalui kolaborasi Kemenag, BAZNAS, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, program Pendampingan Ekonomi Umat diharapkan mampu membangun ekosistem pemberdayaan yang mendorong penerima manfaat naik kelas. Dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang mandiri,” terangnya.

Pelatihan kemantapan pangan menjadi salah satu tahapan dalam proses tersebut. Para pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai keamanan pangan, tetapi juga didorong memahami pentingnya menjaga kualitas, keamanan, dan kehalalan produk.

Dengan demikian, pemberdayaan dilakukan secara bertahap, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas hingga fasilitasi sertifikasi halal.

“Inilah ikhtiar bersama untuk menjadikan zakat tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menguatkan kemandirian ekonomi umat,” pungkasnya.***

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *