Batu, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Batu terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui konsep Batu Agrokreatif. Strategi ini menggabungkan sektor pertanian, gastronomi, pariwisata, dan budaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Konsep tersebut dipaparkan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta.
Mengusung tema Batu Agrokreatif: From Mountain Agriculture to Global Gastronomy, Kota Batu menjadikan kekayaan pertanian dan hortikultura sebagai landasan untuk mengembangkan potensi gastronomi yang memiliki daya saing lebih luas.
Melalui pendekatan tersebut, hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi juga diolah menjadi produk kuliner, dikemas sebagai pengalaman wisata, serta dikembangkan menjadi karya kreatif dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Baca juga : Wali Kota Batu Apresiasi Kompetisi Housekeeping, Dorong Profesionalisme SDM Perhotelan
Kota Batu memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif. Selain kuliner yang menjadi salah satu sektor unggulan, potensi lainnya meliputi seni pertunjukan, kriya, fesyen, dan berbagai subsektor kreatif lainnya.
Pengembangan seluruh potensi tersebut memerlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga jejaring kota kreatif. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif juga dilakukan melalui pengembangan desa kreatif dan desa wisata. Pemkot turut memfasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), menggelar festival berbasis potensi lokal, serta memanfaatkan ruang publik dan aset daerah sebagai wadah kolaborasi dan aktivitas ekonomi kreatif.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan peluang ekonomi yang lebih besar.
Baca juga : Polres Batu Tangkap Pria Asal Pujon, Diduga Edarkan 5 Kilogram Ganja Lewat Ekspedisi
Lebih lanjut, Pemkot Batu menyiapkan langkah menuju keikutsertaan dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 pada bidang gastronomi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota wisata dan agropolitan sekaligus meningkatkan pengakuan terhadap potensi kuliner serta produk kreatif daerah.
Melalui Batu Agrokreatif, Pemkot Batu menargetkan potensi pertanian dan budaya lokal tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan UMKM dan penguatan ekonomi masyarakat.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





