PONOROGO, LINGKARWILIS.COM — Jumlah kejadian bencana alam di Kabupaten Ponorogo sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Ponorogo menunjukkan, sepanjang 2025 terjadi 186 peristiwa bencana, atau turun sekitar 40 persen dibandingkan tahun 2024.
Kepala BPBD Ponorogo, Masun, menyampaikan bahwa meski jumlah kejadian menurun, bencana tanah longsor masih mendominasi. Sepanjang tahun lalu, tercatat 100 kejadian longsor, disusul banjir sebanyak 47 kejadian serta cuaca ekstrem yang mencapai 29 peristiwa.
“Jenis bencana yang paling banyak tetap tanah longsor. Salah satu kejadian menonjol terjadi di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, beberapa waktu lalu,” ujar Masun, Kamis (8/1/2026).
Baca juga : Antisipasi Pohon Tumbang, DLH Ponorogo Lakukan Pemangkasan di Sejumlah Ruas Jalan
Selain itu, BPBD juga mencatat tujuh kejadian kebakaran hutan dan lahan, dua peristiwa kekeringan, serta satu kasus kebakaran gedung dan permukiman warga.
Masun menambahkan, pola bencana pada 2025 berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, kekeringan justru menjadi jenis bencana yang paling dominan melanda wilayah Ponorogo.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD, sebaran bencana terjadi hampir di seluruh kecamatan. Namun, Kecamatan Pulung tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi tanah longsor tertinggi. Sementara itu, kejadian banjir banyak dilaporkan di Kecamatan Balong, Bungkal, Jambon, dan Kauman. Untuk cuaca ekstrem, hampir seluruh kecamatan terdampak.
“Data ini menunjukkan bahwa potensi bencana di Ponorogo masih cukup tinggi dan membutuhkan kewaspadaan bersama,” jelasnya.
Baca juga : Awali 2026 dengan Penguatan Tata Kelola, Wali Kota Kediri Lantik 39 Pejabat di Ruang Joyoboyo
BPBD Ponorogo pun mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama karena saat ini wilayah Ponorogo masih berada dalam musim penghujan.
“Kami mengimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” pungkas Masun.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





