Kediri, LINGKARWILIS.COM – Sidang sengketa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kota Kediri memasuki fase krusial. Majelis hakim memberikan kesempatan kepada para pihak untuk melanjutkan dialog hingga 20 April 2026.
Penggugat, Supriyo, menyatakan kesiapannya menindaklanjuti arahan majelis hakim dengan membuka ruang komunikasi guna mencari solusi bersama.
“Saya terbuka untuk berdialog. Saran dari ketua majelis hakim sangat bijak. Ini menjadi ruang untuk mencari jalan keluar, bukan mempertahankan ego,” ujarnya usai persidangan, Rabu (8/4/2026).
Supriyo juga menegaskan bahwa aksi warga, termasuk pemblokiran TPA dalam beberapa hari terakhir, tidak berkaitan langsung dengan substansi gugatan yang tengah diproses di pengadilan. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bagian dari hak masyarakat yang dilindungi undang-undang.
Baca juga : Mbah Martiyah, Jemaah Haji Tertua se-Indonesia Asal Kediri Berusia 104 Tahun
“Penyampaian pendapat di muka umum adalah hak warga negara dan tidak terkait dengan materi gugatan yang kami ajukan,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui dampak sosial akibat terganggunya operasional TPA tidak bisa diabaikan. Dalam waktu singkat, kondisi tersebut telah memengaruhi aktivitas masyarakat di Kota Kediri.
“Baru dua hari distribusi sampah terganggu, dampaknya sudah terasa. Persoalan ini tidak hanya dilihat dari aspek hukum, tetapi juga sisi sosial,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menekan ego masing-masing dan mengedepankan empati terhadap warga yang terdampak. Bahkan, ia menyarankan para pemangku kebijakan untuk merasakan langsung kondisi di lapangan.
“Coba kita saling memahami kondisi masyarakat. Dengan begitu, solusi yang diambil bisa lebih bijaksana,” katanya.
Baca juga : Wakil Bupati Kediri Lepas Jamaah Haji Kabupaten Kediri 2026
Supriyo juga mengibaratkan situasi ini seperti dinamika dalam sebuah rumah tangga. Perbedaan pandangan dinilai sebagai hal yang wajar, namun tidak seharusnya berujung pada konflik berkepanjangan.
“Ini rumah bersama. Jangan sampai ego merusak semuanya. Saya siap menurunkan ego demi kepentingan masyarakat Kediri,” tandasnya.***
Reporter : Agus Sulistyo
Editor : Hadiyin




