Kediri, LINGKARWILIS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto akan segera berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri terkait program korporasi sapi yang dijalankan 5 kelompok tani di Kecamatan Ngadiluwih.
Koordinasi dilakukan guna mengetahui perkembangan program dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI tahun 2021 tersebut. Apalagi sesuai informasi yang berkembang pelaksanaan program itu di Kabupaten Kediri tidak seperti yang diharapkan dan tidak sesuai target.
“karena ini programΒ pemerintah pusat, DKPP Kabupaten Kediri kapasitasnya sebagai pendamping, untuk itu akan kami komunikasikan sejauh mana proses pendampingan dan progres program tersebut,” ujarnya kemarin.
Baca juga :Β PJ Wali Kota Kediri Sampaikan pada ASN Terkait SE Menpan RB Tentang WFH, Ini Imbauannya
Terkait fungsi kontrol dari legislatif, Dodi Purwanto menegaskan karena program korporasi sapiΒ ini adalah program pemerintah pusat maka semestinya dari DPR pusat yang melakukannya.
“Program ini dari pusat, tidak memakai APBD Kabupaten Kediri,” imbuhnya.
Karena sasaran program ini di wilayah Kabupaten Kediri maka Dodi Purwanto mengaku akan tetap memberikan perhatian mengingat tujuan program korporasi sapi ini adalah untuk kesejahteraan peternak maupun petani penerima program.
“Waktu ada presentasi program korporasi sapi ini pada 2021 lalu, kami juga hadir dan tujuan serta goal dari program ini sangat bagus. Untuk itu bagaimana progres dan capaiannya akan kami tanyakan,” lanjutnya.
Untuk diketahui, sebanyak 5 kelompok tani di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri yang mendapatkan bantuan program korporasi sapi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI pada 2021 lalu tidak menerima sapi bantuan sesuai jumlah yang seharusnya. Mereka seharusnya menerima 200 ekor sapi untuk setiap kelompok tani namun realisasinya paling banyak hanya menerima 135 ekor.
Di sisi lain dalam pelaksanaan program tersebut, salah satu kelompok tani yakni kelompok tani Subur Mujur Makmur Abadi di Desa Tales Kecamatan Ngadiluwih, mayoritas anggotanya mengaku rugi mengingat mereka sudah mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk patungan biaya operasional namun belum mendapatkan keuntungan.***
Editor : Hadiyin





