KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, SPPG Dhoho Bandar Kidul yang berlokasi di Jalan Wakhid Hasyim, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, menggelar doa bersama pada Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual sekaligus penegasan komitmen dalam meningkatkan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diisi tausiyah dan doa yang dipimpin Zubadus Zaman Thoha. Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Camat Mojoroto Abdulrahman, Lurah Bandar Lor Sulis, serta anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Golkar, Imam Zarkasyii, yang menjadi mitra yayasan SPPG Dhoho.
Kepala SPPG Dhoho, Galih Tego Saputra, menuturkan bahwa doa bersama ini menjadi momentum penting untuk memohon kelancaran sekaligus memperkuat kesiapan pelaksanaan program pemenuhan gizi, terutama bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Baca juga : Jelang Ramadan, Omzet Pedagang Bunga Sekar di Kediri Tembus Rp 1 Juta per Hari
Ia berharap SPPG mampu menjadi unit pelayanan yang konsisten memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Melalui program makan bergizi gratis, pihaknya menargetkan penurunan angka stunting sekaligus berkontribusi dalam menyongsong Generasi Emas 2045.
Selain menyambut Ramadan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat sinergi antara lembaga pelayanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program kesehatan dan gizi.
Dalam tausiyahnya, KH Zubadus Zaman Thoha mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan meningkatkan kualitas ibadah.
Baca juga : Tradisi Ziarah Jelang Ramadan di Kediri Bawa Berkah Ekonomi bagi Tukang Parkir
Camat Mojoroto Abdulrahman memberikan apresiasi atas langkah SPPG yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual. Menurutnya, pemenuhan gizi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
“Gizi yang baik bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan fondasi dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Imam Zarkasyii menegaskan bahwa doa bersama mencerminkan komitmen yayasan dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, serta berakhlak mulia.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus, tenaga pelayanan, serta para undangan dengan penuh kekhusyukan. Diharapkan, pelayanan pemenuhan gizi di Kota Kediri dapat berjalan optimal dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin




