TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM —Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung resmi mengantongi Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS), menjadikannya satu-satunya SPPG di wilayah tersebut yang menyandang predikat bergengsi ini. Keberhasilan itu membuat SPPG yang berlokasi di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, kini menjadi rujukan studi dan magang bagi satuan serupa dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Wakapolres Tulungagung, Kompol Arie Taufan Budiman, mengungkapkan bahwa setelah menerima sertifikat SLHS, banyak SPPG dari daerah lain datang untuk belajar langsung mengenai standar dan pengelolaan layanan gizi di Tulungagung.
“Beberapa waktu lalu SPPG Polres Blitar dan Polres Trenggalek berkunjung ke sini. Mereka mempelajari mulai dari teknis penyusunan menu hingga kelayakan penyajian makanan. Kami merasa bangga bisa menjadi tempat rujukan dan berbagi pengalaman,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Baca juga : Patroli Malam di Kawasan SLG Kediri Diperketat, Satpol PP Fokus Cegah Premanisme dan Pelanggaran Ketertiban
Menurut Arie, SPPG Polres Tulungagung menjadi yang pertama di daerahnya yang meraih SLHS karena telah memenuhi seluruh kriteria, mulai dari kebersihan lokasi, keamanan pangan, kelayakan bangunan, proses pengolahan makanan, hingga sistem pembuangan limbah akhir. Semua aspek tersebut menjadi materi penting bagi para peserta magang.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Tulungagung. Kami terbuka bagi siapa pun, termasuk SPPG lain di wilayah Tulungagung, yang ingin belajar di sini,” imbuhnya.
Saat ini, SPPG Polres Tulungagung melayani sekitar 3.800 penerima manfaat dari 23 kategori, meliputi pelajar PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga warga sekitar. Program ini juga melibatkan 49 relawan aktif dan turut memberdayakan masyarakat setempat.
Baca juga : Stok Darah di PMI Kota Kediri Masih Aman, Warga Didorong Tetap Aktif Berdonor
Untuk menjamin kualitas dan keamanan, setiap menu makanan diawasi secara ketat oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) bersama ahli gizi. Proses pengujian dilakukan melalui metode laboratorium dan organoleptik guna memastikan makanan yang disajikan benar-benar layak konsumsi, higienis, dan bergizi seimbang.
“Dengan pengawasan dan uji kelayakan yang ketat, kami memastikan setiap sajian memenuhi standar gizi dan kebersihan,” tutup Arie.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





