Kediri, LINGKARWILIS.COM – Janji Pemkab Kediri untuk memperbaiki jalan rusak di perbatasan Desa Sambi dan Desa Srikaton, Kecamatan Ringinrejo, hingga pertengahan September 2026 belum juga terealisasi.
Bukannya membaik, kondisi jalan sepanjang lebih dari dua kilometer tersebut justru disebut semakin parah. Lubang dan kerusakan di sejumlah titik membuat pengguna jalan dari dua arah harus ekstra berhati-hati saat melintas.
Padahal, sekitar dua bulan sebelumnya Pemkab Kediri telah menyampaikan bahwa perbaikan jalan tersebut ditargetkan dilakukan pada September 2026.
Prayudi (60), warga Desa Sambi, berharap Pemkab Kediri segera merealisasikan perbaikan sesuai rencana. Menurutnya, kondisi jalan yang dibiarkan rusak berpotensi semakin parah ketika memasuki musim hujan.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Maksimalkan Monev Wilayah Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih
“Harusnya secepatnya dilakukan perbaikan. Apalagi yang harus ditunggu, padahal Pemkab Kediri berjanji di bulan September ini akan ada perbaikan. Tentunya kalau jalan segera diperbaiki transportasi akan lancar dan mengurangi risiko kecelakaan,” katanya.
Prayudi menyebut kerusakan jalan tersebut sudah cukup parah dan beberapa kali menyebabkan kecelakaan. Pengendara disebut harus menghindari lubang maupun bagian jalan yang rusak sehingga berpotensi kehilangan kendali.
Ayah tiga anak itu berharap perbaikan tidak kembali ditunda. Selain menyangkut keselamatan pengguna jalan, jalur tersebut juga menjadi akses yang cukup ramai dilalui kendaraan.
“Kalau berlarut dibiarkan akan semakin rusak. Terlebih nanti saat musim hujan tiba, jalan berlubang akan tertutup air dan merepotkan pengguna jalan. Usul kami secepatnya diperbaiki agar tidak ada kecelakaan dan di jalur tersebut ribuan kendaraan melintas setiap waktu,” imbuhnya.
Baca juga : Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Kediri, Tumpukan Sepah Tebu hingga Lahan Jati Terbakar
Warga berharap realisasi perbaikan dilakukan sebelum memasuki puncak musim hujan. Dengan demikian, kerusakan jalan tidak semakin meluas dan aktivitas masyarakat maupun arus transportasi di kawasan tersebut dapat kembali berjalan lebih aman dan lancar.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





