LINGKARWILIS.COM – Tiga kecelakaan kereta api (KA) yang terjadi dalam satu pekan terakhir di perlintasan Ngunut – Rejotangan, Tulungagung, menimbulkan keprihatinan bagi PT KAI Daop 7 Madiun. Pasalnya, insiden tersebut terjadi dalam waktu berdekatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih disiplin saat melintasi perlintasan kereta api guna menghindari kejadian serupa.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, mengungkapkan bahwa dalam satu pekan terakhir, pihaknya menerima laporan mengenai tiga kecelakaan KA di wilayah Tulungagung. Seluruh insiden tersebut terjadi di lokasi yang sama yakni perlintasan Ngunut – Rejotangan.
PT KAI Daop 7 Madiun menyayangkan kejadian ini, terutama karena kecelakaan tersebut telah merenggut nyawa tiga orang. Rokhmad menilai bahwa kurangnya kedisiplinan pengguna jalan saat melintasi perlintasan KA menjadi salah satu faktor utama terjadinya insiden tersebut.
“Kami tidak bosan untuk mengingatkan masyarakat untuk waspada dan disiplin, serta mematuhi rambu lalu lintas saat melewati perlintasan sebidang,” kata Rokhmad Makin Zainul, Selasa (25/2/2025).
Libur Nataru 2024! PT KAI Daop 7 Madiun Catat Lonjakan Penumpang Signifikan
Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, pengguna jalan diwajibkan mendahulukan perjalanan KA di perlintasan sebidang. Oleh karena itu, setiap pengendara maupun pejalan kaki harus memastikan kondisi perlintasan aman sebelum melintas.
Tulungagung sendiri memiliki 217 perlintasan sebidang, dengan 163 di antaranya dijaga petugas dan 54 lainnya tidak memiliki penjagaan. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati dan tidak hanya mengandalkan keberadaan petugas saat melintasi jalur KA.
“Sebelum melintas harap tengok kanan kiri dahulu meskipun perlintasan itu sudah dijaga ataupun belum. Ini untuk memastikan keselamatan pengguna jalan agar tidak mengganggu KA yang melintas,” ungkapnya.
Kronologi Mobil Suzuki di Tulungagung Tabrak Pemotor Hingga Tewas!
Rokhmad berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, baik di Tulungagung maupun di wilayah lain di bawah pengelolaan Daop 7 Madiun. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas di jalur kereta api karena dapat membahayakan keselamatan diri dan perjalanan KA.
Sebagai langkah antisipasi, PT KAI akan lebih aktif melakukan sosialisasi keselamatan kepada warga sekitar perlintasan KA. Selain itu, edukasi kepada para pelajar juga akan digencarkan agar semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
“Kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang menjadi kunci keselamatan,” pungkasnya.





