LINGKARWILIS.COM – Kasus kebakaran di Kabupaten Tulungagung mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2024 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebagian besar kebakaran ini disebabkan oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik serta kelalaian manusia.
Bambang Pidekso, Kasi Operasional dan Pemadaman di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Tulungagung, mengungkapkan bahwa total kasus kebakaran yang tercatat pada tahun 2024 mencapai 103 kejadian, dengan tiga di antaranya adalah kebakaran besar, sementara sisanya termasuk kategori kecil dan sedang.
“Total kasus kebakaran 2024 kemarin lebih banyak dibandingkan tahun 2023. Sesuai data, di tahun 2024 ada sebanyak 103 kasus kebakaran, sedangkan di tahun 2023 hanya 89 kasus kebakaran,” kata Bambang, Senin (3/2/2025).
Bambang menambahkan bahwa jumlah kebakaran pada tahun 2024 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, karena baru pada tahun ini total kebakaran di Tulungagung mencapai angka ratusan.
Rugi Rp150 Juta! Rumah Warga di Batu Kebakaran Hebat Hampir Tidak Bersisa
Penyebabnya diduga terkait dengan fenomena El Nino dan musim kemarau panjang yang mempengaruhi frekuensi kebakaran.
Sebagian besar kebakaran di Tulungagung disebabkan oleh korsleting listrik dan kelalaian manusia. Oleh karena itu, Bambang mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dipasang oleh tenaga profesional dan tidak melakukannya sendiri.
“Kami juga menghimbau agar masyarakat tidak meninggalkan rumah dalam kondisi perangkat elektronik yang masih menyala, karena ini juga berpotensi menyebabkan kebakaran,” tambahnya.
Mengenai waktu respons penanganan kebakaran, Bambang menjelaskan bahwa mayoritas kebakaran dapat direspons dengan cepat. Hal ini dikarenakan sebagian besar kebakaran terjadi di area yang dekat dengan pusat kota, dengan jarak tempuh petugas Damkar kurang dari 15 kilometer.
Resep Gurame Bakar untuk Menu Buka Puasa yang Spesial, Ide dari Chef Rudy Choirudin!
“Jika dipersentasekan, tingkat response time penanganan kebakaran sepanjang tahun 2024 di Tulungagung mencapai lebih dari 90 persen. Dengan begitu, petugas Damkar sudah melakukan penanganan kebakaran sesuai standar pelayanan minimum (SPM),” ujarnya.
Meski demikian, Bambang mengakui bahwa terdapat tiga kecamatan yang cukup sulit untuk memenuhi standar pelayanan tersebut, yaitu Kecamatan Rejotangan, Bandung, dan Besuki. Untungnya, pada tahun 2024, kejadian kebakaran di daerah tersebut relatif minim.





