Trotoar Teuku Umar Tulungagung Disorot Tak Ramah Disabilitas, PUPR Janjikan Guiding Block Tahun 2026

Trotoar Teuku Umar Tulungagung Disorot Tak Ramah Disabilitas, PUPR Janjikan Guiding Block Tahun 2026
Kondisi trotoar yang barusaja direvitalisasi oleh Pemkab Tulungagung di jalan Teuku Umar yang dianggap tidak ramah disabilitas lantaran tidak adanya guiding block (isal)

TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM — Revitalisasi trotoar di ruas Jalan Teuku Umar, Kabupaten Tulungagung, menuai kritik dari masyarakat karena dinilai belum ramah bagi penyandang disabilitas. Sorotan tersebut muncul akibat belum tersedianya fasilitas guiding block bagi tunanetra di jalur pedestrian yang baru dibangun.

Menanggapi kritik itu, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan pembangunan trotoar akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan melengkapi fasilitas ramah disabilitas.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, menjelaskan bahwa sejak awal konsep revitalisasi trotoar di Jalan Teuku Umar memang dirancang untuk dua sisi jalan, yakni sisi timur dan barat, termasuk pemasangan guiding block. Namun keterbatasan anggaran membuat pengerjaan pada 2025 hanya bisa dilakukan di satu sisi, yakni sisi timur.

“Perencanaan awal sebenarnya dua sisi sekaligus dan sudah termasuk guiding block. Tapi karena keterbatasan anggaran, akhirnya hanya satu sisi yang bisa dikerjakan,” ujar Sodik, Senin (26/1/2026).

Baca juga : Gas CNG Tabung Pink Hadir di Kediri, Tawarkan Energi Aman dan Efisien bagi Usaha Kuliner

Ia mengungkapkan, proyek revitalisasi yang telah dikerjakan menghabiskan anggaran sekitar Rp2,3 miliar dengan total panjang trotoar 450 meter, terdiri dari 350 meter di Jalan Teuku Umar dan 100 meter di Jalan W.R. Supratman.

Menurutnya, apabila pemasangan guiding block dipaksakan pada tahap awal, maka pembangunan tidak akan bisa menjangkau hingga kawasan depan Barata Convention Hall, karena pekerjaan tersebut juga mencakup pembangunan saluran drainase di bawah trotoar.

“Jika guiding block dipasang bersamaan, pembangunan saluran air di sekitar Barata Convention Hall tidak bisa terealisasi,” jelasnya.

Untuk tahap lanjutan pada tahun 2026, Dinas PUPR berencana melanjutkan pembangunan trotoar di sisi barat Jalan Teuku Umar, sekaligus melengkapi guiding block, kursi pedestrian, serta penerangan jalan umum (PJU). Konsep penataan disebut mengadopsi model kawasan pedestrian seperti Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Baca juga : BPBD Kediri Intensif Pantau Titik Rawan Pohon Tumbang di Tengah Angin Kencang

Proyek lanjutan tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp2,9 miliar dengan panjang trotoar mencapai 350 meter.

Sodik juga mengakui, masih banyak trotoar di Tulungagung yang belum memenuhi standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Oleh karena itu, proyek revitalisasi ini diharapkan menjadi percontohan pembangunan trotoar yang inklusif.

“Kami memiliki tim konsultan yang memahami standar fasilitas umum ramah disabilitas. Ke depan, setiap revitalisasi trotoar akan kami upayakan memenuhi aspek tersebut,” pungkasnya.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *