KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Turnamen sepak bola U-12 yang telah rutin digelar selama 12 tahun ini kembali berlangsung di Lapangan Banteng Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dan menjadi momentum refleksi pembinaan atlet muda daerah, Selasa (17/2/2026).
Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Soedjoko Adi Purwanto, menegaskan turnamen tersebut merupakan inisiatif pribadinya sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan sepak bola Kediri.
Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana membangun karakter, disiplin, serta mental juang generasi muda.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong adik-adik agar mampu berprestasi, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan internasional. Ini murni inisiatif pribadi karena saya ingin sepak bola Kediri memiliki masa depan yang kuat,” tegasnya.
Baca juga : Permintaan Bunga di Kediri untuk Nyekar Meningkat, Ini Infonya
Turnamen diikuti 32 tim, termasuk 12 tim dari luar Kediri. Namun dominasi peserta luar daerah justru menjadi catatan penting, karena belum ada klub asal Kediri yang berhasil menjadi juara.
Soedjoko menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius PSSI Kota Kediri dan KONI Kota Kediri. Ia menekankan klub-klub lokal harus memiliki program pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar berdiri secara administratif.
“Klub jangan hanya sekadar nama. Harus ada pembinaan nyata. Kita akan lebih bangga jika Kediri memiliki tim asli hasil pembinaan sendiri, bukan membeli pemain dari luar daerah,” tambahnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Kediri agar lebih serius mendukung pembinaan sepak bola usia dini sebagai fondasi prestasi jangka panjang.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priambodo, Camat Mojoroto Abdul Rahman, serta panitia pelaksana.
Baca juga : Penutupan Imlek di Klenteng Tri Darma Tjoe Hwie Kiong, Barongsai Satukan Lintas Agama di Kediri
Dalam sambutannya, Vinanda Prameswati menekankan bahwa turnamen ini mengandung nilai edukatif yang kuat. Anak-anak belajar tentang kerja sama tim, sportivitas, dan pentingnya proses latihan yang konsisten.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah. Kemenangan sejati lahir dari proses latihan panjang, kerja keras, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.
Suasana penyerahan piala dan uang pembinaan berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Para juara yang berhasil menyingkirkan puluhan tim lawan menunjukkan potensi besar bibit atlet muda Jawa Timur.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





