Permintaan Bunga di Kediri untuk Nyekar Meningkat, Ini Infonya

Permintaan Bunga untuk Nyekar Meningkat
Pedagang bunga nyekar di Dusun Sumber bahagia Desa Gadungan Puncu (bakti)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menjelang bulan puasa, permintaan bunga untuk tradisi nyekar di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan signifikan. Sejumlah pedagang bunga musiman mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan warga yang berziarah ke makam leluhur.

Salah satunya Sri Rahayu (60), pedagang bunga di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Ia mengaku penjualan bunga meningkat sejak sepekan terakhir.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Kebutuhan bunga seperti kenanga dan mawar merah putih biasanya hanya sekitar tiga kilogram per hari, sekarang bisa mencapai lima kilogram per hari. Bahkan belum setengah hari sudah habis,” ujarnya.

Sri menjual bunga dengan harga Rp5.000 per bungkus. Ia menyebut lonjakan permintaan ini terjadi karena banyak warga mulai melakukan tradisi nyekar menjelang Ramadan.

Untuk memenuhi kebutuhan dagangannya, Sri mendapat suplai bunga dari pedagang langganan. Ia mengaku tidak kesulitan mencari stok karena sudah memiliki pemasok tetap.

Baca juga : Cuaca Kota Kediri Didominasi Berawan, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada Aktivitas Luar Ruang

“Memang biasanya kami tidak repot mencari bunga. Sudah ada pedagang yang menyuplai karena langganan. Saat ini mulai ramai warga membeli bunga, malah belum sehari sudah habis,” katanya.

Selain kenanga dan mawar merah putih, Sri juga menyediakan melati dan kantil. Ia juga menjual kembang telon, yakni campuran kenanga, mawar, dan kantil yang biasa digunakan untuk nyekar maupun keperluan tradisi seperti suguh gaman atau pusaka.

Menurutnya, waktu paling ramai pembeli biasanya pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, saat warga berziarah ke makam leluhur. Untuk menjaga kesegaran dan aroma bunga, ia juga menyediakan minyak wangi agar bunga tetap harum.

Baca juga : Gempar, Mayat Pria Luka-Luka Ditemukan Tengkurap di Persawahan Gurah Kediri

“Bunga yang kami siapkan ini segar-segar dan baru dipetik, supaya tetap wangi saat ditaburkan,” pungkasnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *