Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek di puncak musim kemarau, selain permasalahan krisis air bersih. Hingga saat ini, Kabupaten Trenggalek, yang juga dikenal sebagai Bumi Menak Sopal, telah mengalami 11 kali kebakaran hutan dan lahan.
Triadi Admono, Kepala BPBD Trenggalek, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut terjadi di empat desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Desa Bendorejo, Jatiperahu, Karangsoko, serta Kelurahan Ngantru. Kecamatan yang terdampak mencakup Trenggalek, Pogalan, dan Karangan.

“Keempat desa tersebut berada di tiga kecamatan, yaitu Trenggalek, Pogalan, dan Karangan,” ujar Triadi, Selasa (3/9).
Beruntung, dari 11 insiden kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Meskipun beberapa titik api sempat mendekati permukiman warga, berkat upaya cepat dari petugas gabungan, api berhasil dipadamkan. Petugas yang terlibat dalam pemadaman api terdiri dari TNI-POLRI, Perhutani, BPBD, Satpol, LMDH, serta berbagai lapisan masyarakat lainnya.
“Kami semua, termasuk TNI-POLRI, Perhutani, BPBD, Satpol, dan LMDH bekerja sama bahu-membahu untuk memadamkan api,” tambah Triadi.
Penyebab pasti dari kebakaran ini belum diketahui, namun kuat dugaan bahwa aktivitas warga, seperti membakar tumpukan sampah tanpa memastikan apinya benar-benar padam, menjadi salah satu faktor pemicunya.
Baca juga : Geger, Seorang Ibu di Manisrenggo, Kota Kediri, Bunuh Kedua Anaknya Pakai Parang, Ini Sebabnya
Selain itu, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga menjadi penyebab yang sering terjadi, terutama saat puncak musim kemarau ketika lahan mudah terbakar.
Triadi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar kawasan hutan, terutama di tengah kondisi alam yang mengering seperti saat ini. “Mari kita jaga bersama, dengan lebih berhati-hati agar tidak memicu kebakaran saat berada di kawasan hutan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan mencegah kebakaran hutan di tengah musim kemarau.***



