Tulungagung, LINGKARWILIS.COM β Melimpahnya hasil serapan gabah dari petani membuat Kantor Cabang Perum Bulog Tulungagung terus menambah kapasitas penyimpanan. Bahkan, sejumlah gudang tambahan disewa untuk mengantisipasi peningkatan stok beras yang telah melebihi daya tampung gudang milik Bulog.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 realisasi serapan gabah telah mencapai sekitar 57 ribu ton atau 71,25 persen dari target 80 ribu ton yang ditetapkan tahun ini. Menurutnya, capaian tersebut masih berpotensi bertambah karena Bulog optimistis target serapan dapat dipenuhi saat musim panen kedua berlangsung.
“Kami telah menyerap sekitar 57 ribu ton gabah dan optimistis target 80 ribu ton dapat tercapai pada musim panen berikutnya,” ujarnya, Rabu (17/6/2026). Besarnya volume gabah yang diserap berdampak pada meningkatnya stok beras yang saat ini dikuasai Bulog. Untuk wilayah kerja Tulungagung, jumlah stok yang tersedia telah mencapai sekitar 85 ribu ton.
Baca juga :Β Toko Miras Tanpa Izin di Tulungagung Disegel, Petugas Gabungan Sita 28 Botol Minuman Beralkohol
Sementara itu, enam gudang milik Bulog yang tersebar di wilayah Tulungagung, Trenggalek, serta Kota dan Kabupaten Blitar hanya memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 80 ribu ton sehingga kondisi gudang saat ini telah melebihi daya tampung.
“Kapasitas gudang yang kami miliki sudah tidak mencukupi untuk menampung seluruh stok beras yang ada,” jelas Yonas. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bulog telah menyewa 15 gudang tambahan yang tersebar di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar.
Bahkan, dalam pekan ini pihaknya kembali melakukan survei terhadap dua lokasi gudang baru yang diproyeksikan menjadi tempat penyimpanan tambahan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap hasil serapan gabah pada musim panen berikutnya, sekaligus memastikan seluruh hasil panen petani dapat tertampung dengan baik.
Baca juga :Β Santri Asal Kediri yang Hilang Terseret Ombak Pantai Pangi Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia
“Selain stok dari tahun sebelumnya yang masih tersedia, penyerapan gabah juga terus berjalan sehingga kami perlu menambah kapasitas gudang penyimpanan,” katanya. Yonas menambahkan, Bulog juga harus bersiap apabila pemerintah pusat memberikan tambahan target serapan gabah pada tahun 2026.
Hal itu mengingat Jawa Timur selama ini menjadi salah satu daerah dengan capaian serapan gabah tertinggi di Indonesia. Menurutnya, stok beras yang melimpah tersebut sangat penting untuk mendukung berbagai program pemerintah, seperti Bantuan Pangan (Banpang), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di masyarakat.
“Selama kegiatan penyerapan gabah masih berlangsung, kebutuhan gudang penyimpanan tambahan juga akan terus kami siapkan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





