Blitar, LINGKARWILIS.COM – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Blitar bersama sejumlah instansi terkait melakukan pendataan distribusi beras di wilayah hukum Polres Blitar, Jumat (15/8/2025). Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kelangkaan dan kenaikan harga beras di pasaran.
Pendataan dimulai pukul 09.00 WIB, dengan menyasar beberapa penggilingan padi dan distributor, di antaranya UD Mustika, UD Mitra Padi, UD Margo Tani, serta Distributor Toko Timur.
Tim memeriksa stok beras di gudang, harga pembelian gabah dari petani, harga jual beras, serta distribusinya ke pasar tradisional dan ritel modern.
Baca juga : Kemenag Kota Kediri Siapkan Paspor dan Sosialisasi Haji 2026
Berdasarkan hasil pengecekan, ketersediaan beras di Kabupaten Blitar terpantau aman dan harga masih berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Data yang diperoleh antara lain:
-
UD Mustika: stok 1,5 ton, harga jual Rp14.200/kg (merk Tiga Tujuh) dan Rp14.000/kg (merk Pisang).
-
UD Mitra Padi: stok 300 kg, harga jual Rp14.000/kg (merk Manalagi) dan Rp13.500/kg (merk Hemat).
-
UD Margo Tani: stok 1,3 ton, harga jual Rp13.300/kg (merk BIO).
-
Distributor Toko Timur: stok 25 ton, harga jual Rp14.800/kg (merk Ibu Muda) dan Rp13.500/kg (merk PJ).
Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito Pratomo, menegaskan bahwa para pelaku usaha diimbau untuk segera menyalurkan stok beras yang ada dan tidak melakukan penimbunan.
“Jika terbukti menimbun, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kegiatan tersebut melibatkan personel Satreskrim, Satintelkam, Humas Polres Blitar, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar. “Harapannya, distribusi beras di Kabupaten Blitar tetap lancar, harga stabil, dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





