LINGKARWILIS.COM – Sungai Brantas di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, dilaporkan meluap setelah hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi selama tiga hari berturut-turut. Selain itu, beberapa wilayah lain di Tulungagung juga mengalami banjir akibat hujan yang terus-menerus.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma, menjelaskan hujan dengan intensitas cukup tinggi selama tiga hari terakhir menyebabkan volume air Sungai Brantas meningkat.
Peningkatan semakin diperburuk adanya pembukaan bendungan di Blitar sehingga sungai di wilayah Kecamatan Rejotangan meluap karena tanggul tidak cukup tinggi untuk menahan kenaikan volume air.
Beruntungnya, luapan air tersebut hanya merendam lahan persawahan dan tidak sampai masuk ke permukiman warga.
Debit Air Sungai Brantas Meningkat, Polisi Intensif Pantau Bendung Gerak Waruturi
“Kami sempat menerima informasi jika sungai brantas di wilayah Kecamatan Rejotangan meluap karena volume air yang meningkat,” kata Gilang Zelakusuma, Minggu (1/12).
Saat di lokasi, ia menemukan sejumlah warga memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari ikan dan Gilang mengimbau warga agar berhati-hati karena arus sungai yang deras dapat membahayakan keselamatan mereka.
Menurut Gilang, laporan yang diterima hanya menyebutkan luapan air terjadi di Kecamatan Rejotangan. Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi air mulai surut karena pada hari itu tidak ada hujan.
Debit Air Sungai Brantas Meningkat, Polisi Intensif Pantau Bendung Gerak Waruturi
Selain itu, Gilang menambahkan pihaknya menerima laporan mengenai banjir di tiga wilayah lain di Kabupaten Tulungagung, yaitu Desa Ngentrong di Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Boyolangu, dan Desa Notorejo di Kecamatan Gondang.
Gilang juga menyebutkan ketiga wilayah tersebut memang kerap mengalami banjir saat musim hujan. Bahkan di Kecamatan Campurdarat, banjir lumpur sering terjadi.





