Blitar, LINGKARWILIS.COM β Kampung Bocah Ngarep Polres (Bongares), Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, kembali menggeliat setelah sekian lama mati suri.
Para pemuda setempat berinovasi dengan menghadirkan daya tarik baru: wisata hisap madu lebah klanceng langsung dari sarangnya. Inisiatif ini perlahan mulai membangkitkan kembali wisata foto selfie 3 dimensi (3D) yang pernah viral pada 2019.
Pada 2019, Kampung 3D di Bongares menjadi destinasi wisata unik di Kota Blitar. Gang sempit yang dipenuhi lukisan tiga dimensi ini menawarkan pengalaman foto yang menarik, seperti sayap burung, ilusi berada dalam akuarium ikan, dan berbagai latar lainnya yang cocok untuk diposting di media sosial. Popularitasnya bahkan membuat tempat ini ramai pengunjung, terutama saat hari libur.
Baca juga :Β Belasan Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Blitar Gagal Berangkat Tahun Ini, Ini Penyebabnya
Namun, seiring waktu, antusiasme wisatawan meredup. Menyadari hal ini, warga setempat berupaya menghidupkan kembali daya tarik Bongares dengan menambahkan wisata edukasi madu klanceng yang menawarkan pengalaman unik dan jarang ditemui di tempat lain.
Ketua RT 3 RW 1 Kelurahan Kepanjenlor, Nastain, menjadi penggerak utama dalam inovasi wisata ini. Ia memperkenalkan konsep hisap madu klanceng langsung dari sarang menggunakan sedotan. Wisata ini mulai dijalankan pada 2024 dan kini mulai menarik minat pengunjung.
Saat ini, terdapat dua sarang lebah klanceng yang ditempatkan di halaman Balai RT. Untuk mendukung perkembangan lebah, warga juga menanam bunga seperti santos lemon dan air mata pengantin, yang menjadi sumber pakan alami lebah klanceng.
Baca juga :Β Cegah Serangan Hama OPT di Musim Hujan, Petani Kabupaten Kediri Lakukan Gerdal
“Kami ingin menghidupkan kembali Bongares dengan sesuatu yang unik dan belum banyak dijumpai di tempat lain. Selain menikmati pengalaman selfie 3D, pengunjung juga bisa mencicipi madu klanceng langsung dari sarangnya,” kata Nastain.
Menurut Nastain, budidaya lebah klanceng relatif mudah, tetapi membutuhkan ketelatenan, terutama dalam menjaga koloni dan ratu lebah. Sarang lebah dibuat dalam kotak kayu berbentuk segi empat, yang berfungsi sebagai tempat berkembangnya koloni.
“Awalnya saya membeli dua sarang dengan harga Rp 2,5 juta. Kini hasilnya sudah mulai terasa,” jelasnya. Saat ini, dari dua sarang yang ada, mampu menghasilkan hingga 600 mililiter madu. Harga madu klanceng di pasaran sendiri mencapai Rp 700 ribu per liter, menjadikannya potensi ekonomi yang menjanjikan.
Kembalinya wisata Bongares mulai menarik pengunjung setiap hari. Dengan hanya membayar Rp 10 ribu, wisatawan bisa menikmati pengalaman selfie dengan latar 3D sekaligus mencicipi madu klanceng langsung dari sarangnya.
Dengan daya tarik baru ini, Bongares perlahan kembali menemukan keemasannya sebagai destinasi wisata unik di Kota Blitar. Diharapkan, inovasi ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat bagi warga sekitar.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





