Jombang, LINGKARWILIS.COM – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang mulai mematangkan persiapan pemulangan sebanyak 1.260 jemaah haji asal Kabupaten Jombang. Para jemaah dijadwalkan tiba di Indonesia secara bertahap pada pertengahan Juni 2026.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang dan berbagai instansi terkait untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
“Persiapan kepulangan jemaah haji di Jombang akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah. Koordinasi lintas sektoral dan instansi terkait terus dilakukan agar seluruh proses pemulangan berjalan lancar. Mudah-mudahan Allah memberikan pertolongan sehingga seluruh jemaah dapat kembali dengan selamat ke kampung halaman,” ujar Ilham, Kamis (4/6/2026).
Baca juga : Perbakin Jombang Siapkan Tiga Kejuaraan Menembak Bergengsi, Bidik Atlet Berprestasi hingga Sea Games
Berdasarkan jadwal dari Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur, jemaah haji asal Jombang tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter) dengan jadwal kepulangan berbeda.
Ilham merinci, Kloter 49 yang terdiri dari dua jemaah dijadwalkan tiba pada 13 Juni 2026. Selanjutnya Kloter 60 dan 61 dijadwalkan tiba pada 17 Juni 2026, sedangkan Kloter 62 dan 63 pada 18 Juni 2026. Adapun satu jemaah yang tergabung dalam Kloter 88 dijadwalkan pulang pada 24 Juni 2026.
“Total keseluruhan jemaah haji asal Jombang yang akan dipulangkan sebanyak 1.260 orang,” terangnya.
Meski jadwal kepulangan telah diterima, Kemenhaj Jombang masih menunggu konfirmasi resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi terkait detail teknis pemulangan.
Ilham juga mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci agar tetap menjaga kesehatan dan kondisi fisik menjelang kepulangan ke Indonesia.
“Rangkaian ibadah haji memang sudah selesai, tetapi para jemaah masih berada di Tanah Suci. Kami minta tetap menjaga kesehatan, memperbanyak ibadah, dan memperbanyak doa,” katanya.
Baca juga : Bupati Warsubi Resmikan Perbup Skrining TBC, Pemkab Jombang Perkuat Deteksi Dini hingga Tingkat Desa
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, terutama setelah para jemaah bergeser dari Makkah menuju Madinah untuk menjalani rangkaian ziarah selama sekitar delapan hari sebelum terbang kembali ke tanah air.
“Jemaah akan berada di Madinah selama kurang lebih delapan hari. Karena itu kondisi fisik harus tetap prima sampai benar-benar tiba di kampung halaman,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Kemenhaj berharap seluruh proses pemulangan jemaah haji tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.***
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





