Kediri, LINGKARWILIS.COM – Banjir yang melanda Desa Sepawon dan Wonorejo Trisulo Plosoklaten tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak pada pembudidaya ikan di Desa Pranggang, Plosoklaten. Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mencatat kerugian yang dialami para pembudidaya mencapai Rp 250 juta akibat ikan yang hanyut terbawa arus banjir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, mengungkapkan bahwa sekitar 15 hingga 20 pembudidaya ikan terdampak, dengan area yang tergenang seluas kurang lebih 35.547 meter persegi.
Jenis ikan yang hilang akibat banjir meliputi 5.000 ekor koi senilai Rp 15.000 per ekor, 350.000 ekor ikan komet dengan harga rata-rata Rp 200 per ekor, serta 250.000 ekor ikan bogim yang dihargai sekitar Rp 300 per ekor.
Baca juga : Mahasiswa KKN UNP Kediri Serahkan Tempat Sampah dan Pasang Sapta Pesona di Sumber Bulus, Kelurahan Tosaren
“Sebagian besar kolam yang terdampak berada di sekitar aliran sungai. Ketika banjir datang, air meluap membawa lumpur dan menerjang kolam-kolam pembudidayaan,” jelas Hafid.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri menyebabkan banjir besar di Desa Sepawon dan Wonorejo Trisulo Plosoklaten. Selain merusak kolam budidaya ikan, banjir juga memutus akses jalan di dua desa tersebut, yang saat ini masih dalam tahap perbaikan.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





