Dukung Program MBG, Lapas Lamongan Suplai Hasil Panen Selada Hidroponik ke SPPG Keduyung

Dukung Program MBG, Lapas Lamongan Suplai Hasil Panen Selada Hidroponik ke SPPG Keduyung
Kalapas Lamongan Heri Sulistyo bersama jajarannya panen Selada hidroponik merupakan buah dari program pembinaan kemandirian. (Ist)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan menunjukkan dukungannya terhadap program strategis pemerintah melalui kegiatan panen raya selada hidroponik yang dikembangkan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (1/6/2026).

Seluruh hasil panen selada hidroponik tersebut disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Panen ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan Lapas Lamongan. Melalui program tersebut, warga binaan mendapatkan pelatihan pertanian modern berbasis hidroponik yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga : Arus Balik Libur Panjang, Stasiun Blitar Layani 9.171 Penumpang

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heri Sulistyo, mengatakan bahwa keterlibatan Lapas dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk kontribusi nyata pemasyarakatan terhadap program nasional.

“Melalui kegiatan panen dan penyaluran selada hidroponik ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat. Hasil panen yang disuplai ke SPPG Keduyung diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan sehat dalam Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Heri.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan di dalam lapas saat ini tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter dan keterampilan warga binaan, tetapi juga diarahkan agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Heri menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui program produktif seperti pertanian hidroponik, warga binaan dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Baca juga : Harga Telur Terpuruk, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Blitar Bagikan Telur Gratis Saat Aksi Unjuk Rasa

“Lapas Lamongan berupaya mencetak warga binaan yang memiliki kompetensi dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat dengan bekal keahlian yang bermanfaat,” tambahnya.

Ia menjelaskan, program ini juga mendukung implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian warga binaan, peningkatan produktivitas unit kerja, dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, serta pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.

“Melalui program pertanian hidroponik yang dikembangkan di SAE, Lapas Lamongan tidak hanya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.***

Reporter: Suprapto
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *