Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Dalam upaya memperluas cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponorogo, pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus digencarkan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menambah fasilitas dapur SPPG di beberapa titik strategis guna memastikan pemerataan akses makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya para pelajar.
Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf. Dwi Soerjono, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah meninjau tiga lokasi baru untuk pembangunan dapur SPPG, yakni di wilayah Sawoo, Slahung, dan Kauman.
Baca juga :Β Harapan Seniman dan Budayawan Kediri untuk Kepemimpinan Mas Bup Dhito dan Mbak Dewi di Periode Kedua
Ketiga lokasi tersebut nantinya akan melengkapi dapur SPPG yang telah lebih dahulu didirikan di kawasan Kodim 0802/Ponorogo.
“Kami telah menerima instruksi untuk mengecek lokasi dapur baru. Ada tiga titik yang kami tinjau, yakni di Sawoo, Slahung, dan Kauman,” ujar Letkol Inf. Dwi Soerjono pada Kamis (20/2/2025).
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa ketiga lokasi tersebut merupakan aset milik TNI dan pemerintah. Jika lahan yang akan digunakan merupakan aset pemerintah, maka pemanfaatannya akan melalui mekanisme sewa, sementara untuk aset TNI, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada pimpinan terkait.
Baca juga :Β Efisiensi Anggaran, DPRD Kabupaten Kediri Sesuaikan Kegiatan dengan Kondisi Keuangan
“Kami memastikan lokasi yang tersedia, termasuk kepemilikan lahannya. Setelah itu, hasil pengecekan akan kami laporkan ke komando atas. Nantinya, Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan verifikasi kelayakan lokasi sebelum dapur SPPG dibangun,” jelasnya.
Pemilihan tiga lokasi ini bukan tanpa alasan. Letkol Inf. Dwi Soerjono menegaskan bahwa wilayah Sawoo, Slahung, dan Kauman dipilih untuk memastikan pemerataan akses pangan bergizi, terutama bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat kota.
Dengan adanya dapur baru di tiga titik ini, diharapkan program MBG dapat menjangkau lebih banyak siswa dan kelompok sasaran di wilayah timur, barat, dan selatan Ponorogo.
“Setiap dapur SPPG memiliki kapasitas untuk melayani sekitar 3.000 hingga 3.500 siswa. Dengan tambahan dapur ini, kami berharap manfaat program MBG dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, Letkol Inf. Dwi Soerjono mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu pembangunan dapur SPPG. Namun, langkah awal dengan survei lokasi telah dilakukan sebagai bagian dari proses persiapan.
“Yang terpenting, kami telah melakukan pengecekan lokasi. Untuk waktu pembangunannya, akan kami koordinasikan lebih lanjut,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





